kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.027   67,00   0,37%
  • IDX 5.201   -662,91   -11,31%
  • KOMPAS100 660   -101,32   -13,31%
  • LQ45 510   -79,65   -13,50%
  • ISSI 180   -21,36   -10,61%
  • IDX30 285   -43,89   -13,35%
  • IDXHIDIV20 368   -54,96   -13,00%
  • IDX80 76   -11,64   -13,34%
  • IDXV30 102   -13,42   -11,60%
  • IDXQ30 93   -14,49   -13,42%

OJK Awasi Penyaluran Kredit untuk Program Strategis Pemerintah


Jumat, 16 Oktober 2026 / 14:58 WIB
OJK Awasi Penyaluran Kredit untuk Program Strategis Pemerintah
ILUSTRASI. Teller menghitung uang nasabah di BAnk Mandiri, JAkarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi penyaluran kredit perbankan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah karena jangkauan akses keuangannya yang luas di masyarakat.

Menurutnya, program-program yang digagas pemerintah dapat menjadi peluang bagi perbankan untuk mengembangkan usaha sekaligus mendukung pertumbuhan kredit dan pemerataan ekonomi nasional.

“Perbankan terus meningkatkan dukungan pembiayaan terhadap berbagai program strategis pemerintah,” ujar Dian dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Saham Big Banks Berguguran, IHSG Anjlok 10,76% Setelah Pengumuman MSCI

Hingga Agustus 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun anggaran 2026 telah mencapai Rp 209,29 triliun kepada 3,25 juta debitur.

Sementara itu, untuk program strategis pemerintah lainnya, perbankan memberikan dukungan melalui penyediaan akses pembiayaan kepada pelaku usaha maupun masyarakat, serta pengembangan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing program.

Meski demikian, OJK belum merinci realisasi maupun porsi kredit perbankan yang secara khusus disalurkan untuk program utama pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan pembangunan tiga juta rumah.

Dian hanya menjelaskan bahwa dukungan perbankan terhadap program pemerintah tak cuman berupa penyaluran kredit, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem program agar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dalam realisasinya, OJK meminta perbankan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit untuk program-program tersebut. Bank memiliki keleluasaan menentukan strategi penyaluran kredit berdasarkan risk appetite dan risk tolerance masing-masing.

Baca Juga: Pasar Ekuitas Volatil di Tengah Era Bunga Tinggi, Dana Pensiun Lirik Deposito

OJK juga meminta bank memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik, melakukan uji ketahanan atau stress test secara berkala, serta memantau kinerja portofolio kredit baru.

Langkah tersebut diperlukan agar potensi penurunan kualitas aset dapat diidentifikasi sejak dini sehingga mitigasi risiko dapat segera dilakukan.

Selain itu, OJK secara periodik melakukan pemeriksaan dan mengomunikasikan hasilnya kepada perbankan untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×