Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Merespons pengumuman MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia dengan memperkuat transparansi, meningkatkan likuiditas, serta menindak tegas pelanggaran untuk menjaga kredibilitas dan integritas pasar modal.
Mengingatkan saja, akhir pekan lalu penyedia indeks global MSCI mengumumkan tengah mempertimbangkan untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Untuk mencegah hal itu terjadi, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memastikan pihaknya terus berupaya membenahi persoalan yang disoroti MSCI. Pun, ia telah melaporkan perkembangan terkini sektor keuangan, khususnya pasar modal Indonesia, kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, OJK Fokus Jaga Stabilitas Sektor Keuangan
Wanita yang akrab disapa Kiki itu menegaskan bahwa reformasi pasar modal bakal terus berlanjut dengan penekanan pada peningkatan transparansi dan likuiditas.
Selain itu, OJK bakal memperkuat penegakan aturan (enforcement) terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran di pasar modal, termasuk praktik coordinated trading.
"Kita terus menegakkan kredibilitas, integritas, dan juga terus melakukan enforcement terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi," ujar Kiki dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/10/2026). .
OJK berharap penegakan aturan tersebut diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku pelanggaran. Dengan begitu, pasar modal Indonesia ke depan diharapkan semakin likuid dan transparan, sekaligus menjadi sarana investasi yang baik bagi investor domestik maupun asing.
Kiki bilang penguatan integritas pasar modal menjadi semakin penting seiring dengan bertambahnya jumlah investor ritel domestik.
Saat ini, OJK mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 32,7 juta Single Investor Identification (SID). Pertumbuhan basis investor domestik tersebut turut meningkatkan kebutuhan untuk memastikan pasar modal berjalan secara transparan dan kredibel.
OJK berharap pasar modal Indonesia dapat menjadi instrumen investasi jangka panjang yang semakin baik bagi masyarakat.
"Harapannya, ke depan pasar modal Indonesia semakin likuid, semakin transparan, dan menjadi tempat investasi yang baik untuk foreign maupun domestik," kata Kiki.
Ia memastikan reformasi pasar modal ini menjadi salah satu fokus OJK dalam merespons perkembangan pasar terkini. Penguatan transparansi, likuiditas, serta penegakan aturan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Porsi Pendanaan Gadai ValueMax Indonesia Didominasi 70% dari Modal Sendiri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














