kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.020   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.205   208,02   4,16%
  • KOMPAS100 667   36,47   5,78%
  • LQ45 520   31,26   6,40%
  • ISSI 178   5,95   3,45%
  • IDX30 292   19,12   7,00%
  • IDXHIDIV20 383   26,10   7,31%
  • IDX80 77   4,37   6,04%
  • IDXV30 107   6,14   6,10%
  • IDXQ30 97   6,77   7,54%

Porsi Pendanaan Gadai ValueMax Indonesia Didominasi 70% dari Modal Sendiri


Selasa, 20 Oktober 2026 / 11:43 WIB
Porsi Pendanaan Gadai ValueMax Indonesia Didominasi 70% dari Modal Sendiri
ILUSTRASI. Nilai penyaluran pembiayaan industri telah mencapai Rp 156,61 triliun per Agustus 2026 atau tumbuh 44,60% YoY (DOK/ferry saputra)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan industri pergadaian di Indonesia masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Ini tecermin dari dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatatkan nilai penyaluran pembiayaan industri telah mencapai Rp 156,61 triliun per Agustus 2026. Angka ini tumbuh 44,60% year on year (YoY) dari posisi di bulan Agustus 2025 yang tercatat sebesar Rp 108,30 triliun.

Selain kinerja yang terus meningkat, OJK juga mencatat pertumbuhan sumber pendanaan pergadaian periode Juli 2026 adalah sebesar 65,71% YoY menjadi Rp 126,93 triliun.

Baca Juga: Saham Bank Kompak Menghijau, Penguatan Dipimpin Saham BMRI Naik 7,74%

Adapun komposisi sumber pendanaan industri pergadaian menurut OJK adalah berasal dari pinjaman yang diterima dengan porsi 87,81% dan Surat Berharga yang Diterbitkan dengan porsi mencapai 12,19%.

Di tengah komposisi sumber pendanaan industri pergadaian tersebut, salah satu perusahaan pergadaian swasta PT Gadai ValueMax Indonesia masih mengandalkan modal sendiri sebagai sumber pendanaan utama mereka.

Secara umum, komposisi pendanaan di perusahaan masih berasal dari kombinasi modal sendiri dan pendanaan eksternal, termasuk fasilitas perbankan maupun multifinance.

Jika dilihat lebih rinci, porsi terbesar permodalan perusahaan adalah 70% berasal dari modal sendiri dan 30% berasal dari sumber modal lainnya.

Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan, kondisi pendanaan di perusahaan saat ini masih terjaga baik dan bisa memenuhi kebutuhan pendanaan sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan di perusahaan.

Meski begitu, dengan tren suku bunga yang relatif tinggi membuat biaya dana menjadi salah satu faktor yang terus dicermati perusahaan karena memengaruhi net interest margin (NIM) serta melakukan diversifikasi pendanaan.

"Dengan kondisi suku bunga yang sekarang, kami terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan dan mencari struktur yang paling efisien, baik dari sisi biaya maupun tenor agar meminimalkan liquidity mismatch," ujarnya kepada Kontan, Jumat (16/10/26).

Baca Juga: OJK Masih Belum Terima Informasi Soal Penyaluran Gaji ASN via Kopdes

Di samping itu, Brian mengatakan kalau perusahaan tidak hanya memperoleh pendanaan dengan bunga paling rendah, tetapi mereka akan mencocokkan tenor pendanaan dengan karakteristik bisnis gadai yang relatif berjangka pendek dengan tenor maksimal 4 bulan.

Selain itu, perusahaan juga terus memastikan agar komposisi pendanaan bisa tetap seimbang untuk ke depannya. Apalagi jika perusahaan menargetkan peningkatan portofolio pinjaman dan melakukan ekspansi cabang, maka kebutuhan pendanaan akan makin besar.

"Jadi strategi kami bukan hanya mengejar pertumbuhan pembiayaan, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang sehat dan sustainable," ujarnya.

Oleh karena itu, sejalan dengan cost and fund yang masih relatif tinggi, Gadai ValueMax Indonesia menilai efisiensi dan diversifikasi pendanaan menjadi hal yang penting untuk memastikan kesehatan portofolio dan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×