Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan industri perbankan syariah sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sejumlah inisiatif, mulai dari pengkinian pedoman akuntansi perbankan syariah hingga penguatan literasi keuangan bagi generasi muda.
"Pertama, OJK sedang menyusun Rancangan PADK tentang Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia bagi Bank Perekonomian Rakyat Syariah," papar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK bulanan, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Tegas, OJK Terus Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum
Dian bilang penyusunan pedoman tersebut dilakukan dalam rangka pengkinian Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI), agar selaras dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku bagi BPR Syariah.
Yang kedua, OJK juga mulai memberlakukan ketentuan mengenai transparansi dan publikasi laporan Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS).
Ketentuan tersebut mengacu pada SEOJK Nomor 32/SEOJK.03/2025 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Kewajiban publikasi laporan keuangan berdasarkan ketentuan terbaru mulai berlaku untuk laporan posisi September 2026.
Sejalan dengan penerapan ketentuan tersebut, OJK telah melakukan sosialisasi penyesuaian aplikasi pendukung untuk penyampaian laporan kepada OJK pada September 2026.
Sosialisasi tersebut mencakup APOLO Modul Laporan Publikasi Triwulanan BUS dan UUS serta penambahan kode referensi dan penyesuaian definisi baki debet pada pelaporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di perbankan syariah.
Ketiga, di sisi literasi dan inklusi, OJK juga menggelar Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 pada 24 September 2026 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya OJK meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus mengembangkan kapasitas dan talenta generasi muda.
ISFO 2026 diikuti 11.952 peserta. Jumlah tersebut meningkat 15,3% dibandingkan jumlah peserta pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: BNI Siapkan Pembiayaan untuk Mitra Waralaba Indomaret
Dalam rangkaian Puncak ISFO 2026, OJK bersama Kemendikdasmen juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman serta meluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F.
Dian bilang, berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya OJK dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah, baik dari sisi tata kelola dan pelaporan industri maupun peningkatan pemahaman masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














