kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

OJK Bersama Satgas PASTI Hentikan 1.840 Entitas Keuangan Ilegal sampai September 2025


Sabtu, 11 Oktober 2025 / 16:36 WIB
OJK Bersama Satgas PASTI Hentikan 1.840 Entitas Keuangan Ilegal sampai September 2025
ILUSTRASI. OJK bersama seluruh anggota Satgas PASTI telah menghentikan 1.840 entitas keuangan ilegal sejak 1 Januari 2025 sampai 30 September 2025


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menghentikan 1.840 entitas keuangan ilegal sejak 1 Januari 2025 sampai 30 September 2025.

"Adapun jumlah itu, di antaranya terdiri dari 284 investasi ilegal dan 1.556 pinjaman online ilegal di sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers RDK OJK, Kamis (9/10).

Secara total, Friderica menerangkan sejak 2017 hingga September 2025, OJK telah menghentikan atau memblokir total entitas illegal sebanyak 13.229. 

Baca Juga: OJK Kaji Kenaikan Aturan Free Float, Ini Dampaknya bagi Emiten dan Investor

Berdasarkan data secara total, OJK paling banyak menghentikan atau memblokir pinjaman online (pinjol) ilegal sebanyak 11.166, disusul investasi ilegal sebanyak 1.812, sedangkan gadai ilegal sebanyak 251.

Sementara itu, Friderica menyampaikan sejak Januari 2025 sampai 30 September 20245 OJK telah menerima pengaduan terkait entitas ilegal sebanyak 17.531.

"Pengaduan itu meliputi pengaduan pinjaman online ilegal sebanyak 13.999 dan pengaduan investasi ilegal sebanyak 3.532," ungkap Friderica. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×