kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.043
  • SUN97,46 0,00%
  • EMAS656.000 -0,23%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

OJK: Investor baru Jiwasraya masih dikaji Kementerian BUMN

Selasa, 29 Januari 2019 / 12:38 WIB

OJK: Investor baru Jiwasraya masih dikaji Kementerian BUMN
ILUSTRASI. Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan saat ini investor baru di asuransi jiwa milik pemerintah Jiwasraya masih dilakukan kajian di Kementerian BUMN.

Wimboh Santoso, Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengatakan terkait investor baru ini masih dikaji oleh kementerian.


“Tentunya semua (salah satunya investor baru) masih dilakukan kajian oleh kementerian,” kata Wimboh kepada kontan.co.id, Selasa (29/1).

Terkait kasus Jiwasraya, OJK akan melakukan restrukturisasi atau langkah penyehatan untuk meningkatkan beberapa indikator kinerja. Salah satunya adalah meningkatkan capital base dan meningkatkan nasabah serta efisiensi.

OJK memperjelas, bahwa yang terjadi sebenarnya di Jiwasraya adalah terkait miss match atau ketidaksesuaian likuiditas jangka pendek. Untuk mengatasi ini, OJK bersama Kementerian BUMN terus berusaha mengatasi jalan keluarnya.

Salah satu opsi yang ditempuh manajemen adalah memperpanjang atau roll out dari jangka waktu atau tenor pemegang produk saving plan. “Sebagian besar nasabah memperpanjang polis,” kata Wimboh.

Jika ini dilakukan, yaitu dengan memperpanjang roll over maka restrukturisasi atau langkah penyehatan Jiwasraya akan lebih cepat.

Memang menurut Wimboh, tantangan yang dihadapi manajemen Jiwasraya saat ini adalah kekawatiran mengenai jatuh tempo produk saving plan pada akhir 2019 ini. Jika nasabah banyak melakukan penebusan atau redeem maka akan susah bagi Jiwasraya untuk memenuhinya

Wimboh bilang asuransi sesehat apapun jika semua nasabah melakukan penebusan atau redeem produk investasinya maka akan mengganggu likuiditas. Untuk mengantisipasi hal ini, OJK mendorong Kementerian BUMN untuk menyiapkan dana dari investor untuk mengatasi miss match.


Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.2712 || diagnostic_web = 25.8974

Close [X]
×