kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.013   15,00   0,08%
  • IDX 6.131   -17,35   -0,28%
  • KOMPAS100 796   -2,34   -0,29%
  • LQ45 611   -1,02   -0,17%
  • ISSI 212   0,26   0,12%
  • IDX30 339   -0,53   -0,16%
  • IDXHIDIV20 428   1,18   0,28%
  • IDX80 91   -0,25   -0,28%
  • IDXV30 116   0,18   0,16%
  • IDXQ30 110   0,30   0,28%

OJK : jangan khawatir akan kenaikan NPL bank


Selasa, 12 Mei 2015 / 18:22 WIB
ILUSTRASI. Momentum libur natal dan tahun baru jugad menjadi berkah bagi perusahaan pergadaian./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/29/11/2023.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengimbau agar semua pihak jangan terlalu khawatir pada kenaikan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) pada sejumlah bank di kinerja kuartal I-2015.

Menurut Muliaman, bank telah mengantisipasi risiko kredit sejak dini. Salah satunya, bank meningkatkan pencadangan melalui provisi kredit untuk berjaga-jaga jika terjadi kenaikan kredit bermasalah. Selain itu, bank juga selektif dalam memberikan kredit kepada debitur.

“Saya kira kalau geliat ekonomi bagus di semester II, maka rasio NPL akan berkurang,” kata Muliaman, Selasa (12/5).

Berdasarkan hasil Kajian Stabilitas Keuangan Bank Indonesia, rasio kredit bermasalah diperkirakan akan terus turun. Rasio NPL yang sebesar 2,4% di kuartal I-2015 diperkirakan akan turun menjadi menjadi 2,3% di kuartal II-2015, turun lagi  menjadi 2,1% di kuartal III-2015, dan menjadi 1,9% di kuartal IV-2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×