kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.995   60,15   0,76%
  • KOMPAS100 1.128   11,02   0,99%
  • LQ45 818   2,35   0,29%
  • ISSI 282   4,49   1,62%
  • IDX30 426   -0,37   -0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -3,30   -0,64%
  • IDX80 126   0,89   0,71%
  • IDXV30 139   0,12   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

OJK: Kontribusi BPD terhadap perekonomian minim


Senin, 23 Mei 2016 / 14:49 WIB
OJK: Kontribusi BPD terhadap perekonomian minim


Sumber: Antara | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi Bank Pembangunan Daerah (BPD) terhadap perekonomian masih minim, padahal secara industri terus mencetak pertumbuhan laba dan aset.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Perbankan OJK dalam sebuah seminar di Jakarta, Senin (23/5), mengemukakan, laba BPD tumbuh 7,91 persen pada triwulan I, 2016 sedangkan laba industri perbankan nasional melambat 2,24 persen.

Kredit yang disalurkan BPD juga tumbuh 8,12 persen atau sebesar Rp 328,1 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional melambat menjadi 8,71 persen dari 11,28 persen.

Namun, kata Nelson, dari kredit BPD untuk sektor produktif baru mencapai 30 persen dari Rp 328,1 triliun.

"Ini menjadi catatan penting agar transformasi terus berjalan dan peran BPD dapat meningkat," kata dia.

Padahal, kata Nelson, program transformasi BPD sudah berjalan selama satu tahun. Menurut Nelson, peran Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) harus ditingkatkan untuk mengangkat peran BPD terhadap perekonomian daerah.

Nelson mengatakan BPD perlu bercermin dari keberhasilan transformasi dan pengembangan bisnis dari lembaga lain baik domestik maupun internasional.

"Misalnya keberhasilan Bank Tabungan Sparkassen di Jerman antara lain didukung oleh Asosiasi yang profesional dan solid," kata dia.

Pada kesempatan itu, Nelson mengundang BTPN dan PT. Semen Indonesia untuk berpartisipasi dalam kelanjutan transformasi BPD.

BTPN dinilai OJK bisa menjadi contoh untuk mengembangkan perbankan mikro. Sedangkan PT Semen Indonesia diharapkan menjadi contoh transformasi bisnis dalam membentuk induk usaha atau "holding company".

"Ini relevan untuk dikaji dan dikembangkan sejalan dengan arahan untuk membentuk 'holding company' bagi BUMN dan BPD," kata dia.

Nelson mengaku ingin mendorong percepatan pembentukan perusahaan strategis sebagai wadah pengembangan bisnis dan sinergi BPD. Hal ini sesuai arahan Presiden RI pada saat launching Program Transformasi pada bulan Mei 2015.

OJK juga meminta bank-bank BUMN untuk menjadi mitra strategis BPD dalam memperkuat permodalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×