kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

OJK: Kredit ritel tumbuh tinggi dan NPL kecil


Selasa, 31 Oktober 2017 / 23:57 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengatakan bahwa stabilitas sistem keuangan kuartal ketiga tahun ini dalam kondisi normal, termasuk sektor ritel. Sayangnya, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya demikian. Sebab, sejumlah perusahaan justru menutup tokonya.

Normalnya kondisi ritel saat ini, salah satunya tercermin pada kredit ritel. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, kredit ritel justru mengalami peningkatan yang paling besar dibandingkan sektor lain.

Tak hanya itu, rasio kredit bermasalahnya pun rendah. "Salah satu bank besar kredit ritelnya justru naik dan NPL-nya (non performing loan) paling kecil. Kredit ritel tumbuhnya lebih besar dibanding korporasi, yaitu 7,6% (YoY)," kata Wimboh saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Selasa (31/10).

Atas hal tersebut, Wimboh bilang menunjukkan tidak adanya gangguan pada aktivitas ritel. Wimboh memperkirakan, transaksi di sektor ritel masih tetap ada. Namun, "Outletnya yang berbeda," tambah Wimboh.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sejumlah sektor menunjukkan kinerja positif di kuartal ketiga tahun ini. Ia menyebut, pertumbuhan sektor industri hingga kuartal ketiga tahun ini tumbuh 16,63% YoY.

Begitu juga dengan sektor perdagangan yang tumbuh 18,7% YoY. Sementara sektor keuangan tumbuh 9% YoY, telekomunikasi 4,6% YoY, konstruksi 2,4% YoY, transportasi 9,52% YoY, dan jasa sebesar 5,7% YoY.

"Supply naik, demand side, individual mereka juga bayar PPh dan PPN. Kami berharap angka-angka ini meyakinkan atau mengurangi hal-hal yang dianggap mengurangi optimisme pelaku usaha," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×