Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami volatilitasi yang tinggi pada awal tahun ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut volatilitas IHSG yang terjadi pada awal tahun ini dapat mempengaruhi kinerja investasi pada produk unitlink berbasis saham.
"Volatilitas IHSG pada awal tahun ini secara umum dapat mempengaruhi kinerja investasi pada produk unitlink berbasis saham dalam jangka pendek," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban resmi RDK OJK, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: BTN Beroperasi Terbatas Selama Libur Nyepi dan Idulfitri 2026, Cek Jadwalnya
Meski demikian, Ogi menyampaikan hingga Januari 2026, klaim nilai tunai unitlink justru tercatat menurun 3,69% secara Year on Year (YoY), yang menunjukkan bahwa kondisi pasar belum secara signifikan mendorong peningkatan penarikan dana oleh pemegang polis.
Secara umum, Ogi bilang produk unitlink tetap dirancang sebagai solusi proteksi yang disertai komponen investasi dengan perspektif jangka menengah hingga panjang.
Sementara itu, Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan beranggapan volatilitas IHSG yang terjadi akhir Januari 2026 berpotensi berdampak terhadap kinerja unitlink berbasis saham. Dia melihat hal itu karena unitlink saham memang paling sensitif terhadap sentimen pasar modal.
"Menurut saya dampak koreksi IHSG yang tajam di akhir Januari 2026 paling cepat terasa ke unitlink berbasis saham, karena kelas aset tersebut memang paling sensitif terhadap sentimen dan arus dana," ungkapnya kepada Kontan.
Baca Juga: BRI Siapkan Asuransi Murah untuk Pemudik, Premi Rp 50.000 per Tahun
Namun, Ekky menerangkan sepertinya dampak terkoreksinya IHSG terhadap unitlink berbasis saham belum begitu terlihat pada Januari 2026. Hal itu tercermin dari data Infovesta pada Januari 2026, kinerja rata-rata imbal hasil atau yield unitlink saham masih bisa bertahan tipis positif sebesar 0,41% secara year to date (ytd), meski pergerakan hasil positifnya belum merata di semua produk berbasis saham.
"Artinya, volatilitas membuat gap antar produk makin besar dan produk yang portofolionya lebih defensif bisa bertahan, sedangkan produk yang lebih terdivertifikasi ke sektor yang lebih agresif biasanya lebih terasa turun," tuturnya.
Lebih lanjut, Ekky menyampaikan prospek unitlink saham arahnya masih fluktuatif pada tahun ini. Meskipun demikian, peluang unitlink saham untuk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2026 tetap ada, karena valuasi beberapa saham besar sudah mulai menarik.
"Oleh karena itu, pasar masih butuh kepastian bahwa sentimen negatif benar-benar mereda," kata Ekky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













