kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

OJK Proyeksikan Produk Endowment Punya Prospek Baik dan Tetap Diminati pada 2026


Minggu, 01 Februari 2026 / 17:22 WIB
OJK Proyeksikan Produk Endowment Punya Prospek Baik dan Tetap Diminati pada 2026
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif OJK Ogi Prastomiyono (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk endowment yang merupakan kategori produk asuransi tradisional terbilang makin diminati masyarakat sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan produk endowment masih memiliki prospek yang baik dan tetap diminati masyarakat pada 2026.

"Minat tersebut khususnya datang dari nasabah yang mengutamakan kepastian manfaat," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (28/1).

Seiring tingginya minat masyarakat terhadap endowment, Ogi menyebut hal itu juga menunjukkan adanya peralihan preferensi produk asuransi yang dipilih masyarakat dari unitlink ke tradisional pada 2025.

Baca Juga: OJK: Perubahan Yield SBN Bisa Pengaruhi Strategi Investasi Dana Pensiun dan Asuransi

"Pergeseran preferensi sebagian nasabah dari unitlink ke endowment yang terjadi sebelumnya merupakan bagian dari dinamika pasar," tuturnya.

OJK juga sempat mengungkapkan peralihan preferensi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang membuat premi industri asuransi jiwa tertekan. Adapun pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 163,88 triliun per November 2025, atau terkontraksi sebesar 0,75% secara Year on Year (YoY).

Ke depannya, OJK memandang baik produk endowment dan unitlink dapat tumbuh secara berdampingan, sepanjang perusahaan asuransi mampu menyelaraskan pengembangan produk dengan kebutuhan dan profil risiko nasabah secara tepat.

Baca Juga: Sun Life Tengah Lakukan Finalisasi Pembentukan Dewan Penasihat Medis

Senada dengan OJK, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memproyeksikan produk endowment yang merupakan produk tradisional masih memiliki ruang pertumbuhan pada 2026.

Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat menyampaikan proyeksi itu sejalan dengan masih adanya kebutuhan masyarakat terhadap produk proteksi yang menawarkan kepastian manfaat, baik berupa perlindungan jiwa maupun nilai manfaat jatuh tempo yang dijamin. 

"Karakteristik tersebut membuat produk endowment tetap relevan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian," katanya kepada Kontan.

Lebih lanjut, Emira menerangkan bahwa besaran premi endowment sangat bervariasi dan ditentukan oleh sejumlah faktor risiko, seperti usia masuk, jenis kelamin, kondisi kesehatan, serta besaran uang pertanggungan. Dengan demikian, dia bilang produk endowment tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing calon pemegang polis. 

Selanjutnya: Harga Minyak Meroket, OPEC+ Tetap Tahan Produksi Maret 2026

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×