kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

OJK utamakan kerjasama bilateral negara ASEAN


Rabu, 01 April 2015 / 11:17 WIB
ILUSTRASI. Hari Kanker Payudara Sedunia 2023.


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengutamakan kerjasama bilateral dengan otoritas keuangan di ASEAN. Pasalnya, masih banyak negara di ASEAN yang memiliki potensi besar bagi pengembangan industri jasa keuangan Indonesia.

Selain itu, beberapa negara di ASEAN dinilai OJK masih belum banyak tersentuh bank-bank besar internasional. "Jadi, peluang bank kita untuk masuk ke sana masih terbuka. Ini yang kami utamakan," terang Triyono, Direktur Internasional OJK, kemarin (31/3).

Triyono menyebutkan, beberapa negara yang bakal menjadi tujuan OJK antara lain seperti Myanmar, Kamboja, Timor Leste dan Vietnam. Bahkan, hingga saat ini OJK tak kunjung mendapat tandatangan kerjasama dari otoritas keuangan Singapura.

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK menerangkan, saat ini pintu kerjasama dengan Myanmar, Kamboja, dan Vietnam sudah terbuka. Sementara, dengan Singapura masih terus dibicarakan.

"Singapura masih terus dibicarakan. Nanti kami pakai guidline ABIF framework ," ucap Muliaman. Yang jelas, Muliaman menegaskan, kerjasama dengan otoritas keuangan di ASEAN harus dilandasi asas saling menguntungkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×