Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform dompet digital PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja berencana mengembangkan aplikasi khusus syariah yang ditargetkan meluncur pada tahun depan.
Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan, pengembangan aplikasi LinkAja Syariah tak terlepas dari ekosistem syariah yang begitu luas dan pangsa pasar syariah yang begitu besar di Indonesia.
"Syariah gede banget pasarnya dan sangat terbuka. Masyarakat Indonesia kalau sudah klik syariah, dia benar-benar maunya syariah saja. Kami juga melihat aplikasi syariah bisa ke global dan kami punya impian itu," ungkapnya saat media gathering di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Ciputra Life Ungkap Perbedaan Laporan Keuangan PSAK 117 Dibanding Versi Sebelumnya
Selain itu, Yogi menerangkan pihaknya melihat banyak fitur berbasis syariah yang bisa dikembangkan ke depannya. Misalnya saja, fitur untuk mendukung kegiatan aqiqah, haji dan umrah, hingga mencari masjid dan kuliner halal di luar negeri.
Namun, Yogi mengatakan nantinya tampilan aplikasi syariah LinkAja akan disusun secara berbeda dengan aplikasi LinAja yang sudah ada saat ini. Dia mengatakan aplikasi LinkAja syariah nantinya akan difokuskan untuk menyasar segmen Business-to-Consumer (B2C).
"B2C yang kami lihat syariah kelihatannya benar-benar bisa tumbuh signifikan, karena memang pangsa pasarnya juga spesial. Nantinya aplikasi syariah akan lebih condong ke tren lifestyle seorang Muslim atau kegiatan sehari-hari," tuturnya.
Yogi menyampaikan bahwa nantinya aplikasi LinkAja syariah juga akan membantu perusahaan dalam menggaet pengguna di luar captive market. Asal tahu saja, sejauh ini pengguna LinkAja ditopang dari captive market yang mana merupakan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Fakta di Indonesia itu ekonomi syariah masih kecil banget, padahal secara jumlah penduduk Muslimnya sangat banyak. So, the big gap itu yang sebenarnya kami lihat sebagai peluang," ucapnya.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Bank Papan Pengembangan Saat IHSG Reli
Sementara itu, Yogi menerangkan sebenarnya LinkAja saat ini sudah memiliki layanan syariah di dalam aplikasi. Dia bilang memasuki tahun keenam, LinkAja Syariah telah mencatatkan lebih dari 9 juta pengguna dan membukukan lebih dari 213 juta transaksi di seluruh Indonesia.
"Dalam enam tahun terakhir, LinkAja Syariah juga telah menyalurkan dana donasi yang dipercayakan pengguna sebesar Rp 403 miliar melalui kemitraan dengan lebih dari 31 organisasi sosial dan keagamaan," katanya.
Pada 2026, Yogi menyampaikan LinkAja Syariah terus mengembangkan fitur dan kemitraan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah, termasuk melalui Kalkulator Zakat, Menu BAZNAS, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai institusi dalam ekosistem ekonomi syariah.
Terkait kinerja keseluruhan, Yogi menerangkan LinkAja mencatat, pertumbuhan EBITDA lebih dari 200% secara Year on Year (YoY) pada Semester I-2026. Pada periode yang sama, dia menyampaikan laba bersih juga tumbuh lebih dari 100% secara YoY pada Semester I-2026.
Dari sisi operasional, LinkAja mencatatkan pertumbuhan Monthly Active Users (MAU) sebesar 5% secara YoY pada Semester I 2026.
Dia bilang, pertumbuhan itu mencerminkan keberlanjutan engagement pengguna, seiring dengan pengembangan layanan dan perluasan ekosistem LinkAja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














