kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Para Finance Hanya Ganti Nama, Bisnis Tetap


Senin, 28 Juni 2010 / 23:00 WIB
Para Finance Hanya Ganti Nama, Bisnis Tetap


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Test Test

JAKARTA. Meski Para Finance bakal bersalin nama menjadi Mega Finance, Presiden Direktur Mega Finance Wiwie Kurnia menjelaskan, baik Para Finance, Mega Central Finance (MCF), dan Mega Auto Finance (MAF) akan tetap menjalankan usahanya di sektor pembiayaan masing-masing.

“Jadi, bisnisnya tetap berjalan seperti biasa, tidak ada yang berbeda selain nama. Hanya saja untuk struktur manajemen MCF dan MAF, saya yang akan membawahi. Sementara, Para Finance nanti punya manajemennya sendiri juga,” imbuh dia.

Selama ini, MCF dan MAF menjalankan usahanya untuk pembiayaan kendaraan bermotor roda dua. Bedanya, MCF difokuskan untuk pembiayaan motor bermerek Suzuki dan Honda, sedang MAF untuk motor bermerek Yamaha.

Berdasarkan catatan terakhir, hingga Mei 2010, MCF dan MAF saat masih bernaung dibawah nama Mega Finance, anak usaha Para Group, berhasil membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 1 triliun dari total target pembiayaan tahun ini senilai Rp 2,5 triliun atau sekitar 6,5 juta unit sepeda motor (dengan estimasi harga sepeda motor Rp 10 juta/unit).

Wiwie yang juga mengetuai Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) itu mengaku, optimistis pembiayaan Rp 2,5 triliun bakal terserap sampai akhir tahun. Walaupun target 2010 yang dibidiknya tersebut masih sangat jauh jika dibandingkan realisasinya pada 2009 lalu yang hanya mencapai Rp 1,5 triliun.

Terkait kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan belanja konsumen, dia bilang, tidak perlu khawatir. Pasalnya, beberapa perusahaan pembiayaan menerbitkan obligasi dan menjalin kerjasama dengan perbankan. “Nah, Mega Finance mendapat dukungan penuh dari Bank Mega,” ujarnya.

Saat ini, Mega Finance telah memiliki 135 kantor cabang. Diharapkan, jumlahnya bakal bertambah menjadi 150 kantor cabang pada akhir tahun nanti. Kantor cabang Mega Finance sebagian besar berada di luar Pulau Jawa. Maklum, permintaan sepeda motor di luar Jawa masih sangat tinggi. “Bahkan, kontribusi pasar di luar Jawa bisa mencapai 75%,” terang Wiwie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×