Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga pemeringkat utang Moody’s memangkas outlook atau prospek lima bank besar di Indonesia dari stabil menjadi negatif. Salah satu bank yang terdampak penyesuaian proyeksi tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menegaskan bahwa penilaian eksternal terhadap sektor perbankan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika makroekonomi, pergerakan nilai tukar, hingga kondisi fundamental masing-masing bank.
Menurut dia, penyesuaian outlook tersebut menjadi pengingat bagi perseroan untuk terus mengantisipasi dinamika eksternal agar fundamental kinerja tetap terjaga secara berkelanjutan.
"Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen memperkuat langkah antisipatif terhadap berbagai risiko eksternal. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengelolaan likuiditas dan permodalan, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan," ungkap Adhika dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Wealth Management BCA Tumbuh Positif, AUM Reksa Dana dan Obligasi Naik 15% pada 2025
Selain itu, perseroan juga menegaskan akan tetap disiplin dalam penerapan manajemen risiko serta melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang sejalan dengan kebijakan regulator.
"Bank Mandiri juga menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Sebelumnya, Moody’s menurunkan outlook kredit lima bank di Indonesia menjadi negatif. Kelima bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Analis Moody's, Clarabelle Tan, menjelaskan bahwa revisi outlook dilakukan seiring meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah. Menurut Moody’s, risiko tersebut tercermin dari menurunnya kepastian dan konsistensi dalam proses perumusan serta komunikasi kebijakan dalam setahun terakhir.
“Outlook lima bank Indonesia menjadi negatif dari stabil,” ujar Clarabelle dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, Moody's menilai peringkat kredit Indonesia masih ditopang oleh ketahanan ekonomi nasional, termasuk kekuatan sumber daya alam dan struktur demografi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Namun, lembaga pemeringkat itu juga mengingatkan bahwa penurunan peringkat kredit pemerintah berpotensi diikuti oleh penurunan peringkat bank-bank terkait, terutama yang memiliki keterkaitan kuat dengan sovereign rating.
Selanjutnya: Toyota Luncurkan EV Pertama Buatan AS, Highlander Listrik Meluncur Akhir Tahun
Menarik Dibaca: Promo Sport Station Kejutan Imlek: Diskon hingga 40% & Voucher Tambahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













