Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar modal dalam negeri mengalami peningkatan volatilitas imbas Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memperingatkan kemungkinan mengubah klasifikasi pada 2027.
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencermati perkembangan pascapengumuman MSCI sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar keuangan. Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan situasi itu juga mengingatkan pentingnya transparansi, tata kelola, dan kredibilitas pasar dalam menjaga kepercayaan investor.
Bagi Ciputra Life, Hengky menyampaikan respons terhadap dinamika pasar dilakukan melalui evaluasi portofolio secara menyeluruh. Utamanya dengan mempertimbangkan fundamental dan valuasi instrumen, potensi imbal hasil, risiko pasar, kebutuhan likuiditas, serta kesesuaian antara aset dan liabilitas perusahaan.
"Oleh karena itu, volatilitas jangka pendek tidak serta-merta menjadi alasan untuk mengubah alokasi investasi secara drastis," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: CIMB Group Dikabarkan Jajaki Delisting CIMB Niaga (BNGA)
Lebih lanjut, Hengky mengatakan portofolio investasi Ciputra Life berfokus pada instrumen pendapatan tetap, khususnya Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi dengan kualitas kredit yang baik. Dia bilang instrumen tersebut memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas pendapatan investasi dan pengelolaan kewajiban perusahaan kepada pemegang polis.
Hengky juga mencermati potensi rambatan volatilitas pasar saham terhadap pasar obligasi dan nilai tukar. Untuk investasi saham, dia menyebut pihaknya melakukan pendekatan untuk tetap selektif dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan, prospek bisnis, dan kewajaran valuasi.
"Pada akhirnya, kami tidak menentukan strategi hanya berdasarkan pergerakan pasar dalam jangka pendek," tuturnya.
Hengky menerangkan fokus Ciputra Life adalah membangun portofolio yang memberikan imbal hasil optimal dengan risiko terukur, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis Ciputra Life dalam jangka panjang.
Sementara itu, Hengky mengatakan Ciputra Life juga terus menjaga pengelolaan investasi agar tetap konsisten dengan strategi perusahaan dan kebutuhan pengelolaan aset-liabilitas di tengah dinamika pasar keuangan sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Perkuat Likuiditas, BI Turunkan GWM Perbankan dan Insentif KLM
Hingga Agustus 2026, dia menyebut hasil investasi Ciputra Life tetap terjaga. Memasuki September 2026, Ciputra Life juga melihat perkembangan yang positif dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kinerja itu perlu dilihat dalam konteks komposisi portofolio dan strategi investasi perusahaan, yang berfokus pada keseimbangan antara imbal hasil, risiko, dan kebutuhan likuiditas," ujarnya.
Hengky menerangkan portofolio yang didominasi instrumen pendapatan tetap turut mendukung pengelolaan kinerja investasi di tengah volatilitas pasar. Namun, dia bilang pihaknya tetap mencermati perubahan suku bunga, nilai tukar, dan pergerakan harga instrumen investasi, karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi hasil investasi.
Bagi perusahaan, Hengky menyampaikan keberhasilan pengelolaan investasi bukan hanya ditentukan oleh pencapaian dalam satu periode, melainkan juga oleh konsistensi dalam mengelola risiko dan kemampuan portofolio untuk mendukung keberlanjutan bisnis, serta memenuhi kewajiban kepada seluruh pemegang polis.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Ciputra Life mencatat total investasi sebesar Rp 1,27 triliun per September 2026, dengan alokasi di saham sebesar Rp 114,65 miliar. Adapun hasil investasi tercatat sebesar Rp 53,04 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














