kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.009   46,00   0,26%
  • IDX 5.792   97,15   1,71%
  • KOMPAS100 753   17,82   2,42%
  • LQ45 571   13,99   2,51%
  • ISSI 200   1,84   0,93%
  • IDX30 323   7,76   2,46%
  • IDXHIDIV20 397   8,51   2,19%
  • IDX80 85   2,00   2,40%
  • IDXV30 108   1,60   1,51%
  • IDXQ30 104   2,03   1,99%

Pasar otomotif masih loyo, MTF berupaya tahan bunga pembiayaan di 2019


Senin, 18 Maret 2019 / 20:28 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) berencana untuk menjaga bunga pinjaman sepanjang 2019 ini. Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menyatakan akan menjaga stabilitas paket buga ringat untuk pembiayaan mobil baru.

"MTF mendapat dukungan biaya dana (Cost of fund) dari Bank Mandiri yang kompetitif dan pinjaman bilateral bank lainnya. Sehingga tidak ada rencana menaikan suku bunga. Kita tetap tekan suku bunga pinjaman, terlebih situasi pasar otomotif dalam dua bulan terakhir juga stagnan," ujar Harjanto kepada Kontan.co.id pada Senin (18/3).

Namun Harjanto mengaku anak usaha dari PT Bank Mandiri Tbk ini sudah menaikan bunga pinjaman sebesar 1% sepanjang 2018 lalu. Bahkan Harjanto menyatakan saat ini pihaknya sedang mengelar pameran MTF Auto Fiesta dengan memberikan bunga berkisar 3,5% hingga 5,65% tergantung tenor yang dipilih. Adapun down payment yang ditawarkan hingga 10%.

Kendati demikian sudah mengerek bunga pinjaman, pembiayaan MTF masih tumbuh. Tercermin dari kenaikan pijaman sebesar 7,64% secara tahunan atau year on year menjadi Rp 4,79 triliun hingga Februari 2019. Sedangkan pembiayaan pada Februari 2018 hanya Rp 4,45 triliun.

Adapun kolaborasi pembiayaan syariah dengan Bank Syariah Mandiri Oto senilai Rp 358 miliar pada Februari 2019. Nilai ini tumbuh 214,03% yoy dari Rp 114 miliar di Februari 2018.

MTF menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 29 triliun tahun ini. Direktur Utama MTF Arya Suprihadi mengaku pihaknya menyiapkan pendanaan sebesar 65% dari perbankan, yang mayoritas dari Bank Mandiri.

“Adapun 65% itu dibiayai dari perbankan, khususnya bank dalam negeri. Sementara sisanya dari penerbitan obligasi dan menggunakan sindikasi internasional,” kata Arya.

Meski mencari pendanaan baru, tapi persedaian sumber pendanaan di awal tahun masih mencukupi terutama dari bank. Karena sejumlah platform pinjaman tahun lalu ada sebagian yang belum dimanfaatkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×