Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian optimistis laba perusahaan tetap akan tumbuh pada tahun ini meski kenaikan harga emas diproyeksikan tidak setinggi tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menilai bahwa meskipun dinamika harga emas tahun ini cenderung lebih moderat, permintaan terhadap pembiayaan berbasis emas masih menunjukkan kekuatan yang solid.
Ferdian juga menegaskan bahwa kinerja perusahaan tidak semata ditentukan oleh pergerakan harga emas. Menurutnya, laba Pegadaian turut dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional dan strategi bisnis.
"Model bisnis Pegadaian berbasis pembiayaan sangat dipengaruhi oleh volume dan frekuensi transaksi, kualitas pengelolaan risiko, serta optimalisasi portofolio produk dan layanan," ucapnya kepada Kontan, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Adu Kinerja Big Banks 2025, Siapa Paling Bersinar?
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pegadaian tetap optimistis kinerja perusahaan akan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sepanjang tahun ini. Optimisme tersebut didukung oleh penguatan fundamental bisnis serta implementasi strategi yang telah disiapkan sebelumnya.
Untuk tahun ini, Pegadaian menargetkan laba bersih melampaui Rp 9 triliun. Dari sisi bisnis inti, layanan gadai emas diperkirakan masih menjadi kontributor utama dengan target portofolio lebih dari 90%. Target tersebut akan ditopang oleh peningkatan jumlah nasabah aktif serta penguatan transaksi dalam ekosistem emas.
Sebagai catatan, kinerja Pegadaian sepanjang 2025 terdorong oleh tren kenaikan harga emas yang signifikan. Kondisi ini berdampak positif terhadap pertumbuhan outstanding gadai dan pada akhirnya meningkatkan laba perusahaan.
Sepanjang 2025, Pegadaian mencatat pertumbuhan laba sebesar 42,6% secara year on year (YoY) menjadi Rp 8,34 triliun per akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











