kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemain sedikit, segmen kredit ultra mikro jadi pasar cerah bagi BRI dan BTPN Syariah


Kamis, 30 September 2021 / 14:45 WIB
ILUSTRASI. Warga berbelanja di warung kelontong di salah satu perumahan di Tangerang Selatan, Kamis (22/7)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/07/2021.


Reporter: Amanda Christabel | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Proses pembentukan holding ultra mikro masih menyisakan pekerjaan rumah meskipun Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah mendapat izin menjadi pemegang saham Pegadaian dan Permodalan Nasional  Madani (PNM) pada 10 September 2021 lalu.

Ada dua batu sandungan. Yakni terkiait Galeri24 dan aturan Batas Maksimum Pemnberian Kredit (BMPK). 

Tapi terlepas dari dua hambatan itu, kredit mikro merupakan pasar gurih. Bank berkode saham BBRI itu menargetkan kontribusi usaha mikro sebesar 45% terhadap total penyaluran kredit pada tahun 2025. 

Target BRI itu masuk akal. Pemain yang berkecimpung di sektor ini bekum banyak. Selain BRI, bank yang fokus di sektor mimro adalah BTPN Syariah yang menyebut menyasar pasar prasejahtera. 

Direktur Riset Center of Reform in Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah sepakat, pasar usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebenarnya sangat besar, tapi pemainnya sedikit. “Memang dibutuhkan program dan pendekatan yang tepat untuk masuk ke segmen ini. Dan BTPN Syariah memiliki itu,” ujar Piter kepada KONTAN, Rabu (29/9).

Piter menyebut, adanya holding ultra mikro tidak akan banyak mengubah persaingan dalam pasar UMKM. Maka, prospek bisnis BPTN Syariah masih tetap bagus. “BTPN Syariah untuk tetap fokus mengembangkan program milik mereka saat ini, yaitu melayani usaha-usaha mikro dengan pendekatan kelompok khususnya nasabah perempuan,” ujar Piter. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×