Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional menunjukkan pertumbuhan pada Agustus 2026.
Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Menurut Gubernur BI Destry Damayanti, pertumbuhan transaksi digital tersebut didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital, dengan sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal serta infrastruktur yang stabil.
Baca Juga: Sejumlah Lini Bisnis Turun, Kinerja Reasuransi Tertekan di Semester I-2026
"Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat," ujar Destry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan jenis kanal, volume transaksi melalui internet banking tumbuh 15,12% yoy pada Agustus 2026. Sementara itu, transaksi melalui mobile banking mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 47,08% yoy.
Pertumbuhan juga terjadi pada transaksi QRIS, yang mana volume transaksi QRIS tercatat tumbuh 67,22% yoy pada Agustus 2026, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna dan merchant yang menerima pembayaran berbasis QR tersebut.
Dari sisi infrastruktur sistem pembayaran ritel, volume transaksi melalui BI-Fast mencapai 549 juta transaksi pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 37,72% yoy, dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.346 triliun.
Baca Juga: Urun Dana ICX Catat Akumulasi Himpunan Dana Rp235,5 Miliar
Sementara itu, transaksi bernilai besar melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mencapai Rp16.545 triliun. Nilai tersebut turun tipis 3,64% yoy, sedangkan volumenya mencapai 0,86 juta transaksi atau turun 1,78% yoy.
Di sisi pengelolaan uang Rupiah, uang kartal yang diedarkan (UYD) juga masih mencatat pertumbuhan. BI mencatat UYD mencapai Rp 1.332 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 12,88% yoy.
BI juga terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














