kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Pembayaran Kredit KDMP Tersendat, Dana Rp37 Triliun Masih Tertahan


Kamis, 08 Oktober 2026 / 05:23 WIB
Pembayaran Kredit KDMP Tersendat, Dana Rp37 Triliun Masih Tertahan
ILUSTRASI. Kinerja Perbankan-Pengunjung di booth HIMBARA (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pembayaran angsuran pertama kredit pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kepada bank-bank Himbara belum berjalan lancar.

Pemerintah memang telah menyiapkan dana Rp 37 triliun untuk membayar angsuran yang jatuh tempo pada 25 September 2026, tetapi pencairannya masih menunggu proses verifikasi dan validasi koperasi.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, dana Rp 37 triliun tersebut saat ini masih ditempatkan di rekening escrow account Himbara. Dana baru dapat dicairkan setelah koperasi terkait melalui proses verifikasi dan validasi.

"Pencairan dari escrow account membutuhkan verifikasi dan validasi koperasi terkait," kata Juda kepada KONTAN, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: BTN Mulai Realisasikan Akuisisi Kredit SMBC, Gelontorkan Dana Rp 12 Triliun

Juda tidak merinci jumlah koperasi yang telah lolos proses verifikasi dan validasi. Kondisi ini menjadi perhatian karena berdasarkan riset UOB Kay Hian pada 21 September 2026, proses verifikasi dinilai masih tertinggal dari jadwal.

Dalam riset tersebut, BNI menyebut baru tiga dari sekitar 24.000 bangunan KDMP yang telah diverifikasi dan belum ada yang resmi diserahterimakan. Kondisi ini berpotensi membuat pembayaran angsuran pertama bergeser hingga Oktober 2026.

Analis UOB Kay Hian Posmarito Pakpahan mengatakan, jika pembayaran tidak dilakukan sesuai perjanjian, eksposur kredit bank berpotensi masuk kolektabilitas 2 dan meningkatkan kebutuhan pencadangan.

Namun, plafon kredit KDMP yang belum dicairkan masih dapat menjadi penyangga sementara untuk pembayaran cicilan pertama.

Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengacu pada data Sistem Informasi Manajemen KDMP (Simkopdes). Data tersebut mencatat 36.289 koperasi telah terverifikasi dan 27.734 koperasi telah 100% dibangun.

Baca Juga: Tumbuh 98%, Kredit Krom Bank Capai Rp 9,88 Triliun pada Kuartal I-2026

Hingga berita ini diturunkan, BNI, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) belum merespons pertanyaan KONTAN terkait perkembangan pencairan pembayaran kredit KDMP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×