kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pembiayaan Optimis Elektronik Naik


Jumat, 20 November 2009 / 09:16 WIB
Pembiayaan Optimis Elektronik Naik


Reporter: Fransiska Firlana | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Perusahaan pembiayaan memperkirakan pembelian peralatan elektronik tahun depan bakal meningkat. Merekapun optimistis pembiayaan untuk barang elektronik bakal ikut meningkat.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Dennis Firmansyah, Kamis (19/10), menyatakan, banyak konsumen yang saat ini tidak mau membayar tunai dan lebih suka mengangsur. "Karena barang elektronik bukan barang pokok, jadi orang berpikir tidak perlu untuk membayar tunai," jelasnya, Kamis (19/11).

Konsep pemikiran masyarakat terhadap barang elektronik juga mulai berubah. "Kalau dahulu, orang hanya ingin memiliki barang. Tapi sekarang, mereka juga ingin untuk menikmati," kata Dennis.

Pertimbangan lain yang mendorong optimisme bisnis pembiayaan elektronik bakal meningkat adalah proyeksi ekonomi Indonesia tahun depan akan tumbuh 5,5%. Ramalan pertumbuhan ekonomi sebesar ini tentu berdampak positif terhadap industri pembiayaan. Namun, Dennis belum bisa memastikan berapa besar pertumbuhan bisnis pembiayaan elektronik tahun depan.

Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF) Suhartono juga yakin bisnis pembiayaan barang elektronik di 2010 akan lebih bergairah dibandingkan dengan tahun ini.

Suhartono juga optimistis ekonomi Indonesia tahun depan akan membaik, sehingga daya beli masyarakat akan meningkat. "Kebutuhan barang elektronik bakal semakin meningkat. Kalau sudah memiliki rumah, pasti membutuhkan isinya seperti barang elektronik," ujar Suhartono.

FIF telah memasang target penyaluran pembiayaan baru untuk barang elektronik sepanjang tahun depan berkisar Rp 1,2 triliun-Rp 1,5 triliun. Target ini naik 30%-60% dibandingkan dengan target tahun ini, yang sebesar Rp 900 miliar. "Bisnis kredit elektronik FIF terus meningkat, tahun 2009 sudah mendekati Rp 900 miliar," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×