kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.112   77,00   0,43%
  • IDX 6.183   -2,63   -0,04%
  • KOMPAS100 808   1,43   0,18%
  • LQ45 614   1,74   0,28%
  • ISSI 214   -0,13   -0,06%
  • IDX30 346   0,71   0,21%
  • IDXHIDIV20 428   0,49   0,12%
  • IDX80 92   0,28   0,30%
  • IDXV30 117   0,42   0,36%
  • IDXQ30 111   0,29   0,26%

Pembiayaan UMKM BSI Tumbuh 19% per Mei 2026, Ditopang Sektor Produktif


Selasa, 28 Juli 2026 / 12:29 WIB
Pembiayaan UMKM BSI Tumbuh 19% per Mei 2026, Ditopang Sektor Produktif
ILUSTRASI. Hingga Mei 2026, pembiayaan segmen small and medium enterprise (SME) BSI mencapai Rp 26,15 triliun, tumbuh 19% secara tahunan (YoY) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hingga Mei 2026, pembiayaan segmen small and medium enterprise (SME) BSI mencapai Rp 26,15 triliun, tumbuh 19% secara tahunan (year on year/YoY).

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, pertumbuhan pembiayaan tersebut ditopang oleh sejumlah sektor produktif, seperti pertanian dan perkebunan, perdagangan besar dan eceran, jasa pendidikan, serta sektor usaha lainnya yang berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami siap mendorong segmen kecil dan menengah sejalan dengan komitmen perseroan untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terutama sektor-sektor pro kerakyatan yang memperluas lapangan kerja. Kelas usaha kecil dan menengah ini menjadi salah satu yang dibidik karena potensinya sangat besar jika dibina dan diberikan akses pembiayaan yang tepat," ujar Kemas dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Bos LPS: Masyarakat Tak Makan Tabungan, Perputaran Dana Lancar

Sejalan dengan itu, jumlah nasabah UMKM BSI kini telah mencapai lebih dari 342.000 pelaku usaha yang bergerak di berbagai sektor usaha.

Menurut Kemas, BSI tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pendampingan dan pembinaan agar mampu meningkatkan skala bisnisnya.

Salah satu nasabah yang berhasil berkembang melalui pembiayaan BSI adalah Alfriandra Souvenir, usaha penyedia suvenir pernikahan yang dirintis sejak 1997.

Pemilik Alfriandra Souvenir, Yana, mengawali usahanya dengan modal sekitar Rp7 juta untuk memproduksi gantungan kunci berbahan resin. Setelah menjadi nasabah pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah BSI, usahanya berkembang hingga naik ke segmen pembiayaan SME.

Yana mengatakan, keberhasilan usahanya ditopang oleh konsistensi, inovasi, serta kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

"Awalnya saya hanya bermodal nekat karena ingin menjadi orang yang sukses dan bermanfaat untuk sesama. Bagi saya, usaha yang berhasil adalah usaha yang bisa memberikan pekerjaan bagi banyak orang dan produknya disukai pelanggan," ujarnya.

 

Saat ini, seluruh proses produksi Alfriandra Souvenir masih dikelola secara mandiri dengan konsep industri rumahan, mulai dari penerimaan pesanan, proses produksi, pencetakan, sablon hingga pengemasan untuk menjaga kualitas produk.

BSI berharap dukungan pembiayaan yang diiringi pembinaan usaha dapat membantu lebih banyak UMKM meningkatkan kapasitas bisnisnya sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×