CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.668   41,00   0,23%
  • IDX 6.430   -111,50   -1,70%
  • KOMPAS100 847   -11,13   -1,30%
  • LQ45 643   -6,84   -1,05%
  • ISSI 222   -4,83   -2,13%
  • IDX30 357   -3,95   -1,09%
  • IDXHIDIV20 446   -3,28   -0,73%
  • IDX80 97   -1,07   -1,09%
  • IDXV30 124   -1,08   -0,86%
  • IDXQ30 115   -0,88   -0,76%

Kredivo Klaim Penyaluran Pembiayaan Paylater Tumbuh Positif hingga Semester I-2026


Senin, 14 September 2026 / 10:30 WIB
Kredivo Klaim Penyaluran Pembiayaan Paylater Tumbuh Positif hingga Semester I-2026
ILUSTRASI. Kredivo Group mengklaim penyaluran pembiayaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater masih bertumbuh hingga semester I-2026.(KREDIVO/ADV)


Reporter: Belva Safina | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kredivo Finance Indonesia (Kredivo) yang menjadi bagian dari Kredivo Group mengklaim bahwa penyaluran pembiayaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater masih bertumbuh hingga semester I-2026.

Head of Marketing Kredivo Indiana Andamari menyebutkan pembiayaan BNPL perusahaan masih tumbuh sampai semester I-2026. Ia bilang pembiayaannya juga masih dalam kondisi yang sehat.

Sayangnya, ia tak menyebutkan angka pasti pertumbuhannya. Yang pasti, Indina menyampaikan bahwa pertumbuhan BNPL perusahaan tak sebesar proyeksi pada awal tahun.

"Pertumbuhannya mungkin ternyata tidak sebesar seperti yang diproyeksikan di awal tahun. Namun, masih tumbuh secara sehat," ucapnya di acara konferensi pers Kredivo di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Bank Mulai Alihkan Likuiditas ke Penyaluran Kredit, Kepemilikan SRBI Turun

Indina mengatakan perusahaan juga berharap pembiayaan BNPL masih bisa bertumbuh hingga akhir tahun ini. Dia mengatakan Kredivo memproyeksikan pembiayaan BNPL bisa tumbuh dobel digit pada akhir tahun ini. Hal itu tak terlepas sisi permintaan yang masih begitu besar ke depannya.

Indina menerangkan pertumbuhan BNPL tak terlepas dari permintaan yang masih besar dari masyarakat terhadap barang-barang yang ingin dimiliki. Selain barang, ia bilang BNPL juga digunakan untuk pembelian pulsa dan kuota internet.

"Untuk beli puasa, bayar internet itu termasuk juga. Itu sangat banyak dan benar-benar populer sekali. Belum lagi barang-barang groceries atau fashion, beauty, dan kesehatan. Itu kategori yang cukup populer juga," ungkapnya.

Sebagai informasi, Kredivo Group merilis Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Peluncuran ini bertepatan dengan satu dekade beroperasinya perusahaan kredit digital Kredivo di Indonesia.

Berdasarkan pemaparan laporan tersebut disampaikan bahwa PayLater Kredivo berkontribusi sebesar 30% terhadap total outstanding PayLater nasional per Februari 2026. Adapun layanan Pinjaman Tunai (KrediFazz) menyumbang sekitar 30% dari total nilai outstanding dan 20% dari total akun pengguna fintech lending nasional per Desember 2025.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw menyampaikan bahwa berdasarkan laporan tersebut, porsi kredit produktif yang disalurkan Kredivo tumbuh dari 52,3% pada 2019 menjadi 54,3% pada 2025, mencakup kebutuhan kesehatan, pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha. 

Baca Juga: Sinergi Perbarindo Perkuat BPR

“Lebih dari separuh kredit yang disalurkan Kredivo kini dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, menandakan pergeseran fungsi kredit digital dari sekadar alat pemenuhan kebutuhan jangka pendek menjadi instrumen pembentukan kapasitas ekonomi jangka panjang,” ujarnya di acara konferensi pers Kredivo di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Ia menambahkan, salah satu yang menjadi faktor pendukungnya adalah meningkatnya literasi keuangan dan praktik manajemen risiko yang prudent. Dengan pondasi demikian, kontribusi kredit digital terhadap perekonomian nasional memiliki ruang tumbuh lebih luas.

Rata-rata rasio utang terhadap pendapatan (debt-to-income ratio/DTI) pengguna Kredivo berada di kisaran 10%-19% dari total pendapatan. Sebanyak 58,7% pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit berkat rekam jejak pembayaran yang disiplin.

Indiana mengatakan bahwa PayLater dipandang sebagai titik awal bagi masyarakat untuk membangun reputasi finansial. 

“Dengan demikian, Kredivo berfokus untuk memastikan akses tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab melalui edukasi, inovasi produk, dan praktik penyaluran kredit yang prudent,” ujar Indina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×