kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Pencairan Kredit Himbara Tumbuh Tinggi pada Kuartal 1-2026 Ditopang Segmen Korporasi


Senin, 25 Mei 2026 / 19:20 WIB
Pencairan Kredit Himbara Tumbuh Tinggi pada Kuartal 1-2026 Ditopang Segmen Korporasi
ILUSTRASI. Kinerja Perbankan-Pengunjung di booth HIMBARA (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelompok himpunan bank milik negara (Himbara) disebut-sebut masih menjadi tulang punggung dalam pertumbuhan kredit industri perbankan. Ini tercermin dari besarnya penyaluran kredit baru alias disbursement loan himbara pada kuartal I-2026.

Bank Indonesia (BI) mencatat pada April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 9,49%.

Di sisi lain, jumlah kredit yang belum disalurkan alias undisbursed loan perbankan masih cukup tinggi, yakni sebesar Rp 2.551,42 triliun atau 22,57% dari plafon kredit yang tersedia.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, besarnya undisbursed loan perbankan ini bisa menjadi potensi yang baik untuk pertumbuhan kredit bank ke depannya.

"BI memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan," kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Jumat (22/5/2026).

Pertumbuhan kredit perbankan salah satunya didorong oleh pencairan kredit baru alias disbursement loan yang meningkat, terutama di kalangan bank Himbara.

Jika dilihat dari data presentasi kinerjanya masing-masing, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pencairan kredit (disbursed loan) paling besar pada paruh pertama tahun ini.

Baca Juga: Ekonom: Transmisi Kenaikan BI Rate ke Bunga Kredit Butuh Waktu 3–6 Bulan

Hingga kuartal 1-2026, disbursed loan Bank Mandiri telah mencapai Rp 210 triliun. Total pencairan kredit (disbursed loan) ini tercatat naik sampai 43,4% yoy.

Adapun jika dilihat dari segmentasi penyalurannya, disbursed loan Bank Mandiri pada kuartal I-2026 ditopang oleh kredit segmen korporasi yang mencapai Rp 91,2 triliun, naik 30,6% yoy.

Adapun total kredit pay-off Bank Mandiri alias kredit yang lunas pada kuartal 1-2026 sebesar Rp 104 triliun. Dengan begitu, outstanding kredit Bank Mandiri hingga kuartal 1-2026 sebesar Rp 1.529 triliun, tumbuh 17,6% yoy.

Sedangkan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat disbursed loan yang tak kalah besar, yakni senilai Rp 157,6 triliun. Perolehan disbursed loan ini terhitung melonjak sampai 59,5% dari periode sama tahun sebelumnya.

Sama seperti Bank Mandiri, segmentasi disbursed loan BNI paling banyak didominasi oleh kredit korporasi. Hingga kuartal I-2026, disbursed loan kredit korporasi BNI tercatat sebesar Rp 84,9 triliun atau setara 53,9% dari keseluruhan disbursed loan.

Himbara lain, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga mencatat peningkatan disbursed loan pada kuartal pertama tahun ini, meski tidak sebesar himbara sebelumnya.

Baca Juga: Kenaikan BI Rate Belum Langsung Dorong Bunga Kredit, Bank Pilih Naikkan Bertahap

Hingga kuartal 1-2026, disbursed loan BTN tercatat sebesar Rp 27,53 triliun atau terhitung naik 14,9% yoy. Menariknya, pertumbuhan disbursed loan BTN tidak didorong oleh kredit perumahan yang menjadi spesialisasinya.

Total disbursed loan BTN untuk kredit perumahan alias housing loan pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 10,23 triliun. Angka itu terhitung turun 31,2% dari periode sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, disbursed loan BTN untuk kredit non-perumahan alias non-housing loan berhasil tumbuh tinggi sampai 89,9% yoy menjadi Rp 17,3 triliun. Dalam jenis kredit ini, kredit korporasi tercatat tumbuh 117% yoy menjadi Rp 10,3 triliun.

Melihat angka-angka pertumbuhan tersebut, Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual menilai pertumbuhan kredit industri perbankan nasional saat ini masih ditopang oleh kelompok himbara.

Menurut David, tingginya disbursed loan himbara berkat pemerintah yang mendorong penyaluran kredit himbara ke program pembangunan strategis, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.

"Pertumbuhan kredit saat ini masih ditopang oleh bank Himbara. Ini lebih disebabkan oleh dukungan program prioritas pemerintah," kata David.

Baca Juga: Himbara Diminta Patok Bunga Kredit Rakyat 5%, Ini Kata Perbanas

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE), Yusuf Rendy Manilet juga berpendapat senada. Menurutnya, Himbara masih menjadi motor penggerak pertumbuhan kredit nasional.

Yusuf menyebut pertumbuhan disbursed loan himbara di awal tahun ini dipengaruhi oleh likuiditas yang sedang longgar, apalagi setelah ditambah dana cukup besar oleh pemerintah lewat SAL.

Akan tetapi, Yusuf menilai tingginya disbursed loan pada kuartal pertama tahun ini belum tentu bisa menggambarkan sehatnya prospek pertumbuhan kredit perbankan. 

"Disbursement bersifat lebih volatil dan bisa melonjak tinggi hanya karena ada beberapa penarikan fasilitas korporasi dalam nilai besar," kata Yusuf.

Hal tersebut terlihat dari disbursed loan masing-masing himbara yang masih didominasi oleh segmen korporasi, bahkan juga termasuk BTN yang fokus bisnisnya ada di kredit perumahan rakyat (KPR).

"Ketika bank yang basis utamanya KPR mulai mencari pertumbuhan dari sektor di luar bisnis intinya, itu bisa menjadi sinyal bahwa permintaan di sektor perumahan sedang melemah," ucapnya.

Baca Juga: Kinerja Bank Kuartal I-2026: Himbara Melesat, Swasta Moderat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×