kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pendapatan Premi Asuransi Central Asia Tumbuh Tipis per Oktober 2024


Senin, 09 Desember 2024 / 07:55 WIB
Pendapatan Premi Asuransi Central Asia Tumbuh Tipis per Oktober 2024
ILUSTRASI. PT Asuransi Central Asia (ACA) mencatat pendapatan premi tumbuh tipis per Oktober 2024 menjadi Rp 3,05 triliun.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Central Asia (ACA) mencatat pendapatan premi tumbuh tipis per Oktober 2024. Kepala Divisi Corporate Communication ACA Ody Mahendra mengatakan pendapatan premi perusahaan per Oktober 2024 mencapai Rp 3,05 triliun.

"Nilai itu tumbuh 1,6% atau terbilang stabil jika dibandingkan periode sama pada 2023 yang sebesar Rp 3 triliun," ucapnya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/12).

Ody mengungkapkan stabilnya pertumbuhan premi itu karena ACA berfokus mempertahankan portofolio pelanggan dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dia pun menganggap pertumbuhan premi perusahaan yang tak signifikan tersebut juga dipicu sejumlah tantangan.

Baca Juga: Sejumlah Tantangan Siap Menghadang Laju Kinerja Asuransi Umum pada Tahun Depan

Tantangannya, yakni kondisi persaingan industri asuransi yang ketat dan tingkat penetrasi pasar yang masih rendah. Selain itu, pada 2024, penurunan penjualan mobil menjadi faktor signifikan yang memengaruhi pendapatan premi, terutama di lini asuransi kendaraan bermotor.

Meskipun demikian, Ody optimistis pendapatan premi ACA masih akan bertumbuh ke depannya melalui serangkaian strategi. Salah satunya, dengan upaya diversifikasi produk lain, penguatan pemasaran digital, dan peningkatan layanan pelanggan.

"Ditambah dengan strategi untuk meningkatkan literasi dan inklusi asuransi," kata Ody.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×