kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Penerbitan Surat Utang Perbankan Capai Rp 14 Triliun hingga September 2026


Rabu, 14 Oktober 2026 / 16:09 WIB
Penerbitan Surat Utang Perbankan Capai Rp 14 Triliun hingga September 2026
ILUSTRASI. Pasar Modal (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan surat utang perbankan mencapai Rp 14 triliun sepanjang Januari-September 2026. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), penerbitan surat utang tersebut berasal dari delapan bank, terdiri dari obligasi senilai Rp 13,5 triliun dan sukuk Rp 500 miliar.

Pefindo mencatat mandat penerbitan surat utang korporasi di 40 perusahaan mencapai Rp 56,2 triliun per akhir September 2026. Dari total mandat tersebut, terdapat tiga bank yang berencana menerbitkan surat utang dengan nilai indikatif sebesar Rp 6,1 triliun.

Kepala Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito mengatakan, pertumbuhan industri perbankan masih ditopang oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), terutama melalui pembiayaan program pemerintah.

Baca Juga: Ciputra Life Terus Cermati Perkembangan Klaim Kesehatan di Tengah Tren Inflasi Medis

“Kalau dari sisi bank-bank swasta yang mungkin tidak masuk ke program-program pemerintah tersebut, dari sisi pertumbuhan relatif jauh lebih kecil, yakni single digit,” ujarnya dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (14/10/2026).

Danandito mengatakan likuiditas perbankan mulai membaik setelah sempat mengalami tekanan pada pertengahan tahun. Meski demikian, bank tetap perlu mengantisipasi kebutuhan penarikan dana menjelang akhir tahun, termasuk untuk pembayaran kontrak pemerintah.

Secara keseluruhan, penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp 139,65 triliun hingga September 2026, susut 12,75% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 160,06 triliun.

Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto mengatakan, kenaikan imbal hasil (yield) acuan dan suku bunga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penerbitan surat utang korporasi sepanjang tahun ini. Kenaikan biaya bunga membuat penerbitan surat utang korporasi cenderung melambat.

“Seiring dengan biaya bunga yang relatif lebih tinggi ini, penerbitan surat utang korporasi di tahun 2026 relatif mengalami moderasi,” ujar Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (14/10/2026).

Hingga akhir tahun, Pefindo memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi akan mendekati titik tengah sebesar Rp 175,77 triliun, dengan rentang Rp 154 triliun hingga Rp 196,86 triliun.

Proyeksi tersebut didukung kebutuhan refinancing yang masih tinggi, dengan nilai jatuh tempo surat utang korporasi pada kuartal IV 2026 mencapai Rp 43,56 triliun.

Baca Juga: Terapkan KAPJ, Asuransi Sinar Mas dan Primaya Hospital Group Perkuat Kerja Sama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×