kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.594   41,00   0,23%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penyaluran kredit bank BUKU 2 paling jeblok


Selasa, 18 Agustus 2015 / 15:45 WIB


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pelambatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan memang tidak terlepas dari kondisi ekonomi nasional yang melemah saat ini. Ada bank yang membukukan pertumbuhan negatif, meskipun beberapa bank berhasil membukukan kinerja kinclong.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI), secara total, penyaluran kredit bank komersial per Mei 2015 mencapai Rp 3.790 triliun atau tumbuh tipis 2,2% jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp 3.706 triliun.

Adapun, dari sisi nilai kredit, bank kelompok BUKU 4 (bermodal inti di atas Rp 30 triliun) berkontribusi paling besar, yakni Rp 1.577 triliun.

Diikuti oleh bank BUKU 3 (bermodal inti Rp 5 triliun - di bawah Rp 30 triliun) sebesar Rp 1.427 triliun.

Sedangkan BUKU 2 (bermodal inti Rp 1 triliun - di bawah Rp 5 triliun) menyalurkan kredit Rp 520,05 triliun.

Kelompok bank kecil BUKU 1 (modal inti kurang dari Rp 1 triliun) menyalurkan kredit sebesar Rp 116,72 triliun.

Namun, dari sisi pertumbuhan penyaluran kredit, bank BUKU 3 mencatatkan peningkatan paling ciamik, yaitu 15,2% dari Rp 1.238 triliun menjadi Rp 1.427 triliun per Mei 2015. Sedangkan bank BUKU 1 tercatat naik 5,1% menjadi sebesar Rp 116,72 triliun.

Bank BUKU 4 sendiri hanya tumbuh 1% dari Rp 1.560 triliun menjadi Rp 1.577 triliun.

Sementara, pertumbuhan kredit bank BUKU 2 malah negatif 19,7% dari sebanyak Rp 647,63 triliun menjadi hanya Rp 520,05 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×