Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan kredit korporasi turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi digital perbankan. Sejumlah bank mencatat pertumbuhan penggunaan platform digital yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi dan operasional nasabah bisnis.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit perbankan pada Agustus 2026 mencapai Rp9.019,3 triliun, tumbuh 13,3% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 13,0% yoy.
Akselerasi kredit tersebut salah satunya ditopang oleh penyaluran kepada debitur korporasi yang tumbuh 21,6% yoy pada Agustus 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 20,9% yoy.
Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha AIA Syariah Insurance, Resmi Jadi Perusahaan Syariah
Sejalan dengan pertumbuhan kredit korporasi, transaksi melalui platform digital untuk nasabah bisnis di sejumlah bank juga terus meningkat.
Transaction Banking Division Head KB Bank Novita S. Djani mengatakan transaksi melalui KB Starbiz mencatat pertumbuhan signifikan.
“Kalau kita lihat year on year itu memang di atas 50% growth-nya, itu untuk transaksi di dalam platform khusus untuk KB Starbiz,” ujar Novita saat media worksop KB Bank, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut turut didorong oleh semakin banyaknya nasabah korporasi yang menggunakan platform KB Starbiz.
Selain transaksi, tingkat aktivasi platform juga mencatat pertumbuhan dua digit. KB Bank melihat tren tersebut masih positif hingga akhir 2026.
“Harapan kita ke depannya yang pasti jumlah itu akan naik. Karena kita juga melihat dari segi aktivasinya juga pertumbuhannya juga di dobel digit,” katanya.
Novita mengatakan peningkatan transaksi digital korporasi juga penting bagi bank karena dapat menciptakan pendapatan berulang atau recurring income.
Baca Juga: SMI dan Pemprov Maluku Teken Pembiayaan Rp 178 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur
“Jadi sejauh ini kita melihat cukup positif trennya, dan ke depannya juga pasti akan lebih naik lagi angkanya,” ujar Novita.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat volume transaksi melalui Qlola by BRI mencapai Rp8.799 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 51% yoy.
Pada periode yang sama, jumlah pengguna aktif Qlola by BRI telah mencapai lebih dari 99.000 pengguna, meningkat 42,6% yoy.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan BRI akan terus memperluas kapabilitas platform dan memperkuat integrasi layanan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha.
“Ke depan, BRI akan terus memperluas kapabilitas platform, memperkuat integrasi layanan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi setiap pelaku dalam ekosistem bisnis,” kata Riko.
Menurutnya, peningkatan transaksi melalui Qlola turut berkontribusi terhadap penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income perseroan.
BRI juga memperkenalkan tampilan terbaru Qlola by BRI New Skin yang dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih terintegrasi bagi nasabah bisnis.
Pengembangan tersebut bertumpu pada tiga pilar, yakni personalization, connectivity, dan seamless user experience.
Melalui pembaruan tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai kapabilitas, mulai dari centralized financial visibility, integrated payment management, smart payroll management, seamless payment collections, hingga strategic liquidity management dan unified platform for distribution.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, platform digital yang mendukung kebutuhan transaksi dan operasional pelaku usaha.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan hingga Juni 2026, Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 354.000 pengguna terdaftar, tumbuh 26,8% yoy.
Bank Mandiri terus memperkuat kapabilitas Kopra melalui berbagai inovasi, di antaranya fitur DHE Tracker, e-Documents Trade & Bank Garansi, serta berbagai solusi digital terintegrasi untuk mendukung aktivitas bisnis nasabah.
“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri merupakan sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujar Novita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














