kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Penyaluran Pembiayaan Alat Berat Clipan Finance (CFIN) Capai Rp 470 Miliar pada 2024


Kamis, 06 Maret 2025 / 15:56 WIB
Penyaluran Pembiayaan Alat Berat Clipan Finance (CFIN) Capai Rp 470 Miliar pada 2024
ILUSTRASI. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/03/08/2023. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mencatat realisasi penyaluran pembiayaan alat berat mencapai sebesar Rp 470 miliar sepanjang tahun 2024.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mencatat realisasi penyaluran pembiayaan alat berat mencapai sebesar Rp 470 miliar sepanjang tahun 2024. 

Direktur Utama Clipan Finance, Harjanto Tjitohardjojo mengakui bahwa awal tahun 2025 ini masih menjadi periode yang menantang untuk pembiayaan di sektor alat berat.

Hingga Januari 2025, ia menyebut nilai pembiayaan alat berat yang disalurkan belum mencapai tingkat optimal jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Faktor yang mempengaruhi pembiayaan alat berat di antaranya yakni pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan kebijakan perekonomian," ujarnya kepada Kontan, Rabu (5/3).

Baca Juga: BFI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Tumbuh pada 2025

Namun, CFIN melihat permintaan alat berat tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan. Sektor lain seperti perkebunan dan industri tanaman juga memberikan kontribusi terhadap penyaluran pembiayaan. 

Selain mengandalkan diversifikasi sektor, CFIN juga berupaya mempertahankan kualitas kredit dengan selektif dalam menyalurkan pembiayaan. 

Untuk mengoptimalkan kinerja pembiayaan alat berat, CFI telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya, mengutamakan pembiayaan kepada debitur utama, serta memperluas cakupan cabang.

"Kami juga tetap memprioritaskan kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×