Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan hingga kuartal III-2026, ditopang oleh kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk keperluan konsumtif maupun produktif. Sejumlah perusahaan pembiayaan, seperti CNAF, Adira Finance, dan BRI Finance, juga mencatatkan kinerja positif hingga September 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan industri multifinance mencapai Rp 514,08 triliun pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 1,68% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan dengan Rp 505,59 triliun pada Agustus 2025.
Sejalan dengan pertumbuhan industri, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 5,41 triliun hingga September 2026.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, perusahaan terus mengoptimalkan potensi pasar melalui penguatan penetrasi di berbagai segmen pembiayaan. CNAF juga memperluas sinergi dengan mitra strategis dan menyempurnakan proses layanan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung optimalisasi penyaluran pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan potensi pasar," ujarnya kepada Kontan, Senin (12/10/26).
Baca Juga: Saham BBCA Anjlok 14,81% Imbas MSCI, Begini Tanggapan Manajemen BCA
Dalam menyalurkan pembiayaan, CNAF tetap menerapkan pendekatan selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, profil risiko nasabah, serta potensi pertumbuhan pada setiap segmen bisnis.
Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan total penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 35 triliun hingga September 2026.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, salah satu pendorong kinerja perusahaan sepanjang kuartal III-2026 adalah segmen pembiayaan otomotif yang menjadi kontributor terbesar. Selain itu, kebutuhan pembiayaan masyarakat dinilai masih terjaga, baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif.
Untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir tahun, Adira Finance menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Langkah tersebut mencakup optimalisasi jaringan dan basis pelanggan, penguatan kerja sama dengan dealer dan mitra strategis, serta diversifikasi portofolio pembiayaan.
Melalui strategi tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan penyaluran pembiayaan antara segmen otomotif dan nonotomotif.
"Seluruh upaya tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/10/26).
Di sisi lain, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) juga mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan. Perusahaan membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 110,09% YoY pada September 2026.
Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, perusahaan akan terus memanfaatkan momentum pertumbuhan melalui sejumlah langkah strategis.
Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi sinergi dengan BRI Group, penguatan kerja sama dengan mitra strategis, serta pengembangan segmen bisnis yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.
Baca Juga: FIF Siapkan Dana Rp 250,78 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo 16 November 2026
"Kami juga meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian guna mendukung pencapaian target perusahaan secara berkelanjutan," ujarnya.
Prospek Industri Multifinance hingga Akhir 2026
Memasuki penghujung 2026, sejumlah perusahaan pembiayaan optimistis industri multifinance masih memiliki peluang untuk tumbuh positif. Meski demikian, pelaku industri tetap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk dinamika perekonomian dan daya beli masyarakat.
Kebutuhan pembiayaan untuk berbagai keperluan, baik konsumtif maupun produktif, menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat menopang kinerja industri hingga akhir tahun.
Pelaku industri juga optimistis target pertumbuhan piutang pembiayaan yang ditetapkan OJK dapat tercapai. OJK menargetkan piutang pembiayaan tumbuh sebesar 2%–4% hingga akhir 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














