kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.818   -10,00   -0,06%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Perang tarif berlanjut, reasuransi pangkas bisnis asuransi properti


Senin, 05 Desember 2011 / 17:08 WIB
Perang tarif berlanjut, reasuransi pangkas bisnis asuransi properti
ILUSTRASI. Murah dengan memori besar, harga HP Realme C15 RAM 4/128 GB hanya Rp 2 jutaan.


Reporter: Christine Novita Nababan |

JAKARTA. Persaingan tak sehat di bisnis asuransi properti komersial yang merupakan penyumbang perolehan premi terbesar bagi industri asuransi kerugian kian mengkhawatirkan.

Pasalnya, hingga tahun depan, perang tarif premi diperkirakan masih akan berlanjut. Kondisi ini bakal bertambah parah jika Indonesia terkena dampak buruk gejolak ekonomi Eropa dan Amerika.

Tak heran, sejumlah perusahaan reasuransi berancang-ancang memangkas portofolio mereka di bisnis asuransi properti.

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein) dan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re), misalnya. Meski tidak serta merta angkat kaki dari lini usaha properti, keduanya mengaku akan mempertebal portofolio bisnis dari aktivitas usaha lain.

Direktur Utama Marein Robby Loho menuturkan, pihaknya mulai fokus pada bisnis asuransi jiwa sejak tiga tahun belakangan. Malah, sebanyak 65% dari total bisnis perseroan diperoleh dari hasil back up asuransi jiwa.

“Karena, tarif premi asuransi kerugian sudah tidak masuk akal, sangat riskan jika terjadi klaim. Terutama, di lini usaha asuransi properti,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×