kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS942.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Perbankan siap percepat penyaluran KUR


Selasa, 01 September 2020 / 16:50 WIB
Perbankan siap percepat penyaluran KUR
ILUSTRASI. Penerima kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank BNI


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendorong realisasi penyaluran program kredit usaha rakyat (KUR) guna mempercepat ekonomi khususnya di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Untuk mendorong rencana tersebut, pemerintah juga telah memberikan tambahan subsidi bunga KUR dari 6% selama 3 bulan dan 3% selama 3 bulan, menjadi sebesar 6% sampai dengan Desember 2020. 

Sektor perbankan sebagai ujung tombak program ini menyatakan siap untuk memenuhi arahan pemerintah tersebut. 

Baca Juga: Realisasi penyaluran subsidi bunga KUR hingga 18 Agustus 2020 capai Rp 998 miliar

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Tbk Rully Setiawan mengatakan pihaknya menyambut baik program pemerintah yang berencana memberi tambahan subsidi bunga KUR 6% sampai dengan Desember 2020 dari yang sebelumnya 6% di 3 bulan pertama dan 3% di 3 bulan berikutnya. Menurut Bank Mandiri, penambahan subsidi bunga ini akan memberikan keleluasaan debitur untuk mengatur arus kas dalam situasi pandemi ini.

Catatan saja, realisasi KUR Bank Mandiri per Juli 2020 mencapai Rp 9,20 triliun kepada 109.750 debitur, sementara porsi penyaluran ke sektor produksi telah mencapai 61,42% dari target sebesar 60% yang ditetapkan pemerintah.

Bank berlogo pita emas ini juga mengatakan, pihaknya optimistis dapat mencapai target KUR yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebab, dengan kelonggaran PSBB di beberapa tempat,  roda perekonomian khususnya UMKM kembali bergeliat. 

"Oleh karena itu seperti tahun-tahun sebelumnya realisasi KUR Bank yang selalu mencapai target, tahun ini dan ke depannya kami optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya kepada Kontan.co.id, Senin (31/8). 

Senada, Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Bambang Setyatmojo menyebut, sejatinya di tengah kondisi upaya menggeliatkan ekonomi saat ini, peran perbankan sangat penting, baik dalam upaya memberikan tambahan modal usaha maupun keringanan kewajiban bagi mitra usaha sebagai akibat kondisi permintaan hasil produksinya belum kembali normal.

"Kami sangat menyambut baik dan mendukung terobosan-terobosan kebijakan dari pemerintah untuk membantu UMKM dapat survive usahanya dan kembali ke normal, termasuk kelonggaran atau perpanjangan waktu dalam memberikan tambahan subsidi bunga KUR, sehingga membantu UMKM dapat bernapas lebih panjang dan dapat menata lebih baik kondisi usahanya," terangnya. 

Saat ini BNI sedang berusaha untuk memberikan akses yang mudah kepada UMKM untuk segera bangkit. 

Baca Juga: Penyerapan subsidi bunga KUR rendah, Teten ingin sisa anggaran dialihkan ke Banpres

"Terbukti setelah fase shock Covid-19 di bulan Maret-Mei 2020 permintaan KUR dan penyaluran KUR sangat terbatas, namun sejak bulan Juni 2020 ekspansi penyaluran KUR kembali normal," ungkapnya. 

Per Juli 2020 penyaluran KUR BNI sudah mencapai sekitar Rp 10 triliun. Menurut Bambang, dengan peningkatan kemudahan akses melalui penambahan outlet pemutus kredit dan channel digital, BNI optimistis di tahun 2020 target penyaluran KUR sebesar Rp 22 triliun bisa tercapai. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×