kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Bank Mandiri (BMRI) Ancang-ancang Buyback Rp 1,17 Triliun, Tunggu Restu RUPST


Selasa, 17 Maret 2026 / 11:46 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Ancang-ancang Buyback Rp 1,17 Triliun, Tunggu Restu RUPST
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Mandiri (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun.

Rencana ini akan dieksekusi setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (17/3/2026), dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan dan tidak melebihi 10% dari modal disetor.

Baca Juga: Direksi BCA Kembali Serok Saham BBCA saat Koreksi Harga

RUPST dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026. Jika disetujui, pelaksanaan buyback diperkirakan berlangsung mulai 30 April 2026 hingga 29 April 2027, atau maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan.

Manajemen menyebut, aksi buyback ini bertujuan memperkuat keyakinan investor terhadap nilai jangka panjang dan prospek perseroan.

“Langkah ini diambil untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan, sekaligus mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” tulis manajemen.

Selain itu, buyback juga akan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan serta direksi dan dewan komisaris.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan (engagement) dan kinerja jangka panjang, sekaligus menjadi bagian dari skema kompensasi berbasis kinerja dan risiko.

Saham hasil buyback tersebut rencananya akan dialihkan dalam jangka waktu maksimal tiga tahun setelah pelaksanaan selesai.

Dari sisi kinerja keuangan, aksi buyback diperkirakan akan menurunkan total aset dan ekuitas konsolidasian masing-masing sebesar Rp 1,17 triliun menjadi Rp 2.828 triliun dan Rp 292,58 triliun.

Baca Juga: Bank Raya Paparkan Kinerja 2025, Pastikan Keberhasilan Transformasi Bank Digital

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) diproyeksikan turun tipis 0,07 poin menjadi 20,36%, sementara return on equity (ROE) diperkirakan terkoreksi 0,01 poin menjadi 20,31%.

Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa buyback tidak akan berdampak material terhadap operasional maupun kinerja laba rugi perseroan.

Bank Mandiri juga dinilai memiliki modal kerja dan arus kas yang kuat untuk membiayai aksi korporasi ini tanpa menimbulkan tekanan keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×