kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Perluasan MDR QRIS 0% Berlaku, BTN Andalkan Pertumbuhan Transaksi Merchant


Minggu, 04 Oktober 2026 / 19:09 WIB
Perluasan MDR QRIS 0% Berlaku, BTN Andalkan Pertumbuhan Transaksi Merchant
ILUSTRASI. Transaksi QRIS: Warga bertransaksi menggunakan QRIS (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengakui perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% akan berdampak terhadap pendapatan berbasis komisi dari bisnis QRIS dan acquiring.

Meski demikian, BTN tetap melihat peluang pertumbuhan bisnis tersebut melalui peningkatan transaksi dan perluasan ekosistem merchant.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, QRIS bagi BTN tidak hanya dipandang sebagai sumber fee based income, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekosistem transaksi digital perseroan.

“Perluasan MDR QRIS 0% tentunya memberikan dampak terhadap pendapatan berbasis komisi, khususnya untuk transaksi yang masuk dalam ketentuan tersebut. Namun, bagi BTN, QRIS tidak hanya dilihat dari sisi fee based income, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekosistem transaksi digital secara keseluruhan,” kata Thomas kepada kontan.co.id, Jumat (2/10/2026).

Menurut dia, peningkatan aktivitas transaksi merchant dapat membuka peluang bagi BTN untuk memperkuat hubungan dengan merchant sekaligus mendorong pemanfaatan layanan digital lainnya.

Baca Juga: Kebijakan MDR QRIS 0% Diperluas, Bank Hadapi Tekanan Fee dari Bisnis Acquiring

Dengan demikian, BTN masih melihat ruang untuk menjaga pertumbuhan bisnis QRIS dan acquiring secara berkelanjutan meski terdapat penyesuaian tarif MDR.

Thomas mengatakan, pertumbuhan jumlah merchant dan volume transaksi menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menjaga kinerja bisnis QRIS setelah penerapan MDR 0%.

Dengan adanya MDR 0% pada segmen transaksi tertentu, merchant berpeluang semakin menjadikan QRIS sebagai sarana pembayaran utama. Hal tersebut dapat mendorong peningkatan frekuensi maupun nilai transaksi.

Namun, BTN belum melihat kenaikan volume transaksi sebagai pengganti langsung atas potensi penurunan pendapatan komisi akibat MDR 0%.

“Pada tahap awal kami melihat peningkatan volume transaksi lebih berperan sebagai faktor yang membantu menjaga kinerja bisnis QRIS secara keseluruhan, dibandingkan sebagai pengganti langsung atas potensi penurunan pendapatan berbasis komisi akibat kebijakan tersebut,” ujar Thomas.

Menurut dia, besarnya dampak terhadap pendapatan akan bergantung pada perkembangan jumlah merchant, frekuensi transaksi, serta nilai transaksi ke depan.

Oleh karena itu, BTN akan terus memantau perkembangan tersebut sekaligus menyesuaikan strategi bisnis acquiring. Salah satunya melalui pengembangan layanan dan solusi yang dapat meningkatkan aktivitas serta nilai transaksi dalam ekosistem merchant BTN.

Baca Juga: Sejumlah Dompet Digital Sebut Perluasan Kebijakan MDR QRIS 0% Beri Dampak Positif

Dari sisi kinerja, transaksi QRIS BTN hingga September 2026 menunjukkan perkembangan positif. Jumlah transaksi tercatat meningkat sekitar 157% secara tahunan (YoY), sedangkan volume transaksi tumbuh 166% YoY.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin tingginya aktivitas transaksi QRIS di ekosistem BTN. Pendorongnya antara lain pertumbuhan jumlah merchant, meningkatnya adopsi QRIS oleh nasabah BTN, serta berbagai program aktivasi transaksi yang dijalankan perseroan.

Terkait perluasan MDR 0% yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2026, BTN melihat sentimen positif terutama dari sisi merchant karena biaya transaksi menjadi lebih ringan untuk transaksi yang masuk dalam ketentuan.

Thomas menilai kondisi tersebut memberikan ruang bagi penggunaan QRIS untuk terus berkembang seiring semakin luasnya merchant yang memanfaatkan QRIS sebagai sarana pembayaran.

Hingga akhir 2026, BTN menargetkan jumlah merchant QRIS mencapai 480.000 merchant.

Untuk mengejar target tersebut, perseroan tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah merchant, tetapi juga meningkatkan kontribusi transaksi dari merchant yang sudah berada dalam ekosistem BTN.

Sejalan dengan perluasan MDR 0%, BTN akan melakukan segmentasi dalam pengembangan merchant. Akuisisi merchant tetap dilakukan untuk memperluas ekosistem, sementara untuk menjaga pertumbuhan volume transaksi dan kinerja acquiring, BTN akan lebih fokus mengembangkan merchant non-UMI dengan volume dan nilai transaksi yang tinggi.

Di sisi transaksi, BTN juga mendorong aktivitas merchant melalui berbagai program, antara lain Balé 3S (Santai, Santap, Sehat) dan Balé Connect the World.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan transaksi sekaligus memberikan nilai tambah bagi merchant dan nasabah.

“Dengan strategi tersebut, pertumbuhan QRIS BTN diharapkan tidak hanya berasal dari peningkatan jumlah merchant, tetapi juga dari peningkatan frekuensi dan nilai transaksi,” kata Thomas.

Melalui kombinasi perluasan ekosistem merchant dan peningkatan produktivitas merchant eksisting, BTN optimistis bisnis QRIS dan acquiring tetap dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah penyesuaian kebijakan MDR.

Baca Juga: Kebijakan MDR QRIS 0% Berlaku Mulai 1 Oktober 2026, BTN Sesuaikan Tarif Merchant

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×