kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Permintaan kredit belum menggeliat, undisbursed loan di perbankan masih tinggi


Rabu, 02 Juni 2021 / 06:25 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit masih terkontraksi. Bahkan, fasilitas kredit yang belum digunakan debitur masih besar.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan hingga April 2021 terkontraksi 2,28% secara year on year (yoy).

Alhasil, kredit yang belum dicairkan oleh debitur alias undisbursed loan per Maret 2021 mencapai Rp 1.669,7 triliun. Jumlah tersebut memang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu namun sangat tipis yakni 0,1%. Sedangkan dibanding akhir 2020 masih tumbuh 1,6%.

Masih besarnya fasilitas kredit yang sudah diteken namun belum dieksekusi menunjukkan debitur masih hati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini. 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya mencatatkan undisbursed loan per Maret 2021 mencapai sebesar Rp 237 triliun. Executive Vice President Divisi Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA Hera F Haryn mengatakan, sudah ada beberapa sektor yang mencatatkan pencairan fasilitas kredit dengan baik di antaranya pengangkutan, perdagangan, dan komunikasi.  Namun, dia dia tidak merinci apakah posisi kredit menganggur BCA tersebut turun atau justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Jaga stabilitas pasar keuangan domestik, ini penjelasan gubernur BI

BCA melihat bahwa permintaan kredit masih belum menggeliat saat ini. "Kami mencermati permintaan kredit di perbankan masih dalam proses pemulihan sejalan dengan adanya pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis," kata Hera kepada Kontan.co.id, Senin (31/5).

Pada umum pelaku industri saat ini, menurut pengamatan BCA, masih mencermati upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tren perkembangan pandemi. Meski begitu, kata Hera, BCA masih berharap pertumbuhan kredit tahun ini bisa tumbuh di kisaran 4%-6% ditopang kondisi likuiditas yang memadai dan harapan akan pemulihan ekonomi ke depan. 




TERBARU

[X]
×