kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Pertumbuhan Paylater Perbankan Tetap Double Digit, Capai Rp 31,41 Triliun


Selasa, 06 Oktober 2026 / 16:59 WIB
Pertumbuhan Paylater Perbankan Tetap Double Digit, Capai Rp 31,41 Triliun
ILUSTRASI. Layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater yang disediakan perbankan terus menunjukkan ekspansi hingga Agustus 2026 (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater yang disediakan perbankan terus menunjukkan ekspansi hingga Agustus 2026. Pertumbuhan baki debet kredit paylater masih berada di level dua digit, sejalan dengan laju penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan data pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), mencatat baki debet kredit produk paylater perbankan tumbuh 29,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 31,41 triliun per Agustus 2026.

Meski demikian, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 31,22% yoy.

Secara umum, porsi kredit paylater perbankan masih relatif kecil terhadap keseluruhan kredit industri. Produk tersebut menyumbang sekitar 0,34% dari total baki kredit perbankan.

Dari sisi jumlah pengguna, rekening paylater perbankan juga terus bertambah. Hingga Agustus 2026, jumlah rekening tercatat sebanyak 34 juta, meningkat dari posisi Juli 2026 yang mencapai 33,5 juta rekening.

Baca Juga: AAJI Dorong Strategic Leadership untuk Perkuat Adopsi AI di Industri Asuransi Jiwa

Kenaikan jumlah rekening tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan paylater di tengah masyarakat. Pertumbuhan produk paylater perbankan juga berlangsung seiring dengan ekspansi kredit industri perbankan secara umum.

OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 13,65% yoy menjadi Rp 9.178 triliun pada Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut melanjutkan kinerja pada bulan sebelumnya yang mencapai 13,58% yoy.

Di tengah ekspansi kredit, kualitas aset perbankan juga masih relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat naik tipis menjadi 2,11% dari 2,1% pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, NPL net tetap berada pada level rendah, meski meningkat menjadi 0,84% dari sebelumnya 0,81%.

Baca Juga: Ancaman Cyber Fraud Meningkat, KB Bank Perkuat Sistem Keamanan Siber

Dari sisi pendanaan, kondisi likuiditas industri perbankan nasional juga masih memadai. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 10,94% yoy menjadi Rp 10.413 triliun.

Sejumlah indikator likuiditas perbankan turut menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) turun tipis menjadi 102,3% dari 102,45% pada bulan sebelumnya.

Adapun rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) tercatat sebesar 23%, sedikit menurun dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai 23,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×