kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Perubahan Pola Konsumsi Dorong Transaksi Dompet Digital dan QRIS


Kamis, 19 Februari 2026 / 17:13 WIB
Perubahan Pola Konsumsi Dorong Transaksi Dompet Digital dan QRIS
ILUSTRASI. Pelanggan Bertransaski menggunakan QRIS (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun 2025, transaksi digital menunjukkan kinerja yang positif.

Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan transaksi digital tumbuh 39,21% pada triwulan IV 2025, ditopang oleh transaksi QRIS yang meningkat hingga 139,99%.

Di samping itu, sejumlah perusahaan fintech juga mencatat kinerja positif pada tahun yang sama.

Salah satunya adalah PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja yang hingga Desember 2025 mencatat total pengguna layanan QRIS LinkAja tumbuh sebesar 40% YoY, sedangkan volume transaksi juga meningkat di kisaran 20%.

Begitu juga dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Meski tidak menyebut nilainya, mereka mencatat peningkatan adopsi serta pertumbuhan transaksi dompet digital sejak fitur tersebut diluncurkan pada pertengahan 2025.

Baca Juga: Transaksi QRIS Cross Border Perbankan Kian Meroket, Pertumbuhan Capai Tiga Digit

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan pertumbuhan transaksi digital didorong oleh peran generasi muda dan penetrasi internet yang masif.

"Salah satu penopangnya adalah demografi masyarakat kita yang didominasi oleh generasi muda yang semakin cashless," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (19/2/26).

Generasi muda dinilai lebih suka metode cashless karena lebih simpel. Sementara penetrasi internet yang diperkirakan mencapai 80% membuat masyarakat lebih paham dengan transaksi digital.

Baca Juga: LinkAja Catat Pengguna QRIS Tumbuh 40% dan Volume Transaksi Naik 20% pada 2025

Menurutnya saat ini transaksi digital tidak hanya digunakan untuk transaksi daring saja, melainkan sudah diaplikasikan di transaksi luring seperti yang biasa digunakan ketika bertransaksi dengan QRIS di offline store. 

Tahun ini, Nailul memperkirakan transaksi digital akan terus meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat muda dan penetrasi internet yang makin kuat.

Meski begitu, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi terutama dari sistem QRIS dan pembayaran digital yang terkadang masih bermasalah dan rentan penipuan yang bisa merugikan merchant dan pembeli.

"Penipuan di QRIS masih berpotensi terjadi," katanya.

Oleh karenanya, dari sisi penerbit Nailul menilai proses know your customer (KYC) pada QRIS, khususnya QRIS statis atau permanen perlu diperketat.

Kelonggaran proses pengajuan merchant dianggap bisa meningkatkan risiko penyalahgunaan QRIS untuk penipuan sehingga penguatan verifikasi menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan transaksi digital.

Baca Juga: Layanan QRIS Tap Mulai Banyak Digunakan Masyarakat, Transaksi Capai Rp 13,8 Miliar

Selanjutnya: Pemerintah Diminta Kepastian Hukum Industri Sawit di Tengah Penertiban Kawasan Hutan

Menarik Dibaca: Kelelahan Finansial Bisa Menggerus Hidup? Ini Cara Mudah Mengatasi Stres Keuangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×