kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Premi lini bisnis others Asuransi Sinar Mas tumbuh saat penjualan mobil turun


Minggu, 22 September 2019 / 20:33 WIB
Premi lini bisnis others Asuransi Sinar Mas tumbuh saat penjualan mobil turun
ILUSTRASI. Pemberdayaan dan edukasi literasi keuangan bagi UMKM

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Sinar Mas (ASM) mencatatkan pertumbuhan pendapatan paling cepat hingga Agustus 2019 berasal dari lini bisnis yang dikategorikan sebagai produk lain-lain (others). Adapun produk ini seperti bonding, golf, penjaminan, dan kredit.

Direktur ASM Dumasi MM Samosir menyatakan hal ini terjadi lantaran penjualan kendaraan bermotor khususnya mobil masih turun hingga delapan bulan pertama.

Baca Juga: Premi asuransi kesehatan Asuransi Sinar Mas naik dua digit

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales) yang diolah PT Astra International Tbk tercatat penjualan mobil periode sepanjang Januari-Agustus 2019 tercatat sampai 660.286 unit, turun 13,5% dari periode sama 2018 yang mencapai 763.444 unit.

“Pendapatan premi di mobil turun karena penjualan mobil juga turun, maka kita mencari premi dari lini bisnis lain,” ujar Dumasi beberapa waktu lalu.

Lanjut Dumasi, bahkan lini bisnis lain-lain ini mampu menyalib posisi asuransi kendaraan dan kesehatan di ASM. Bila pada 2018 premi terbanyak mulai dari properti, kendaraan bemotor, kesehatan, lalu asuransi lain-lain. Saat ini, pendapatan premi dari lini lain-lain memberikan kontribusi terbesar nomor dua di ASM.

Baca Juga: Kejar premi dari segmen ritel, Asuransi Sinar Mas pasarkan produk lewat e-commerce

Sayangnya, Dumasi belum merinci pendapatan premi ASM hingga Agustus 2019. Sebagai catatan, pendapatan premi bruto sebesar Rp 5,08 triliun hingga Juni 2019. Nilai ini tumbuh 51,19% year on year (yoy) dari posisi sama pada semester 1-2018 lalu sebesar Rp 3,36 triliun.

Padahal di awal tahun, asuransi milik Sinar Mas Group ini memproyeksikan pertumbuhan premi 6,7% yoy menjadi Rp 7,9 triliun sepanjang 2019. Dumasi menyatakan loncatan kinerja pendapatan premi ini terjadi lantaran ASM terus melakukan diferensiasi produk.




TERBARU

Close [X]
×