kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prime Lending Rate Bakal Menggeret Turun Bunga Pinjaman


Rabu, 21 Juli 2010 / 20:37 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Masih tingginya tingkat suku bunga kredit di perbankan Indonesia menjadi salah satu sorotan dalam gelar fit and proper test calon Gubernur Bank Indonesia yang digelar DPR.

Kandidat Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan dalam fit and proper test, BI saat ini tengah mematangkan kebijakan yang mewajibkan setiap bank umum memasang alias mengumumkan prime lending rate di setiap awal bulan. "Ini agar komitmen bunga kredit di setiap bank sama dengan realitasnya, juga agar masyarakat umum dan debitur juga tahu," kata Darmin di DPR, Rabu (21/7).

Dengan pemasangan angka bunga kredit tersebut, para pengawasnya nanti akan terus memasang mata untuk memeriksa. "Benar tidak angkanya sebesar yang mereka umumkan itu," jelasnya.

BI percaya dengan cara ini bunga kredit bisa digiring turun lebih cepat. Darmin menuturkan, di negara lain cara ini jamak dilakukan. "Dan kelihatannya di banyak negara cara ini bisa mendorong penurunan lending rate," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×