kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Punya Likuiditas Berlebih, BSI Lebih Gencar Salurkan Pembiayaan


Selasa, 08 Februari 2022 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) melayani nasabah saat bertransaksi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Daud Beureueh, Banda Aceh, Aceh, Jumat (21/1/2022). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nym.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Punya likuiditas yang berlebih, PT Bank Syariah Indonesia Tbk memacu pembiayaan di tengah pandemi. Direktur Keuangan & Strategi Bank Syariah Indonesia (BSI) Ade Cahyo Nugroho menyatakan memiliki likuiditas yang berlimpah dengan rasio financing to deposit ratio (FDR) di level 74% di 2021. 

Lanjutnya, dengan kelebihan likuiditas ini BSI bisa memacu penyaluran pembiayaan lebih tinggi dibandingkan industri. BSI mencatatkan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 171,29 triliun pada 2021. 

Nilai ini naik sekitar 9,32% secara YoY dari 2020 sebesar Rp156,70 triliun. Adapun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkatkan pertumbuhan tabungan khususnya tabungan Wadiah.

Hingga  Desember 2021, tabungan Wadiah tumbuh signifikan yang mencapai 15,30% secara YoY atau menjadi Rp 34,10 triliun. Sementara untuk total tabungan mencapai Rp 99,37 triliun atau bertumbuh 12,84% pada kurun waktu yang sama. 

Baca Juga: Lakukan Simulasi Dampak GWM, BNI: Tidak akan Berdampak Bagi Profitabilitas Bank

Pertumbuhan tabungan tersebut berdampak kepada membaiknya biaya dana atau cost of fund yang menjadi 2,03%. Persentase tersebut menurun dibandingkan dengan Desember 2020 yang sekitar 2,68%. 

“Ke depan, strategi besarnya pembiayaan lebih agresif tapi prudent, dengan dana lebih sehat dengan fokus ke dana murah. Sehingga pertumbuhan profitabilitas baik,” paparnya pada pekan lalu. 

BSI membidik pertumbuhan DPK naik 8% yoy pada tahun ini. Sedangkan pembiayaan syariah akan dikejar naik 7% sampai dengan 7,5% di sepanjang 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×