kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Reksadana dan saham masih jadi favorit asuransi jiwa dalam membiakkan dana


Minggu, 05 Agustus 2018 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Reksadana


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volatilitas pasar saham ikut menekan kinerja investasi dari pelaku usaha asuransi jiwa di sektor industri ini. Meski begitu, instrumen berbasis ekuitas masih akan jadi tempat industri asuransi jiwa membiakkan dananya.

Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menyebut karakteristik bisnis di sektor industri ini membuat pendekatan investasi masih akan terfokus ke instrumen berbasis ekuitas. Terutama keranjang reksadana dan saham.

Karakteristik bisnis asuransi jiwa yang memiliki liabilitas jangka panjang disebutnya membuat instrumen reksadana dan saham masih menjadi tempat yang dinilai paling cocok untuk dimasuki pelaku usaha asuransi jiwa. Belum lagi, imbal investasi menjadi salah satu unsur yang melekat pada sejumlah produk asuransi jiwa.

Karena itu, ia menyebut kedua instrumen itu akan tetap jadi andalan industri di sisa tahun ini. "Walau saat ini kinerjanya turun namun kan secara jangka panjang potensi imbalnya lebih besar," kata dia akhir pekan lalu.

Hingga semester pertama tahun ini, porsi dana investasi asuransi jiwa yang diparkir di keranjang reksadana mencapai 35,5%. Pada saat yang sama, penempatan dana di instrumen saham mencapai 29,7%.

Kemudian ada surat berharga negara dengan porsi sebesar 13,3%. Diikuti deposito dengan 8,7%. Sementara porsi dari obligasi korporasi tercatat sebanyak 6,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×