kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Rencana Pemerintah Dorong BSI Akuisisi BTN Syariah Dikritik


Rabu, 01 Juni 2022 / 14:44 WIB
Rencana Pemerintah Dorong BSI Akuisisi BTN Syariah Dikritik
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi pada kantor cabang BSI di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (20/4). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/20/04/2022.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Penyaluran KPR FLPP hingga 27 Mei 2022  mencapai 75.659  unit senilai Rp8,4 triliun. Bank BTN mengambil porsi yang terbesar atau mencapai 56,09%. Posisi kedua dikuasai oleh BTN Syariah yang mencapai 11,16%. Sementara BSI hanya berhasil menguasai 2,92%. Bahkan BSI juga masih kalah oleh BJB yang menguasai 4,11%.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit sebelumnya mengatakan, BTN telah berpengalaman hampir 50 tahun menangani KPR sehingga lebih diterima oleh pelaku bisnis dan konsumen perumahan.

Menurutnya, dengan dukungan serius dari pemerintah, Bank BTN bakal mampu menyalurkan KPR untuk MBR minimal 500.000 unit per tahun. 

Pemerintah, lanjutnya, harus mempertahankan BTN Syariah untuk bisa berdiri sendiri sebagai agent development yang membantu menyukseskan program sejuta rumah. "Jangan hanya karena hitung-hitungan bisnis, lalu mengesampingkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih membutuhkan rumah dengan prinsip syariah," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×