kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Rencana Pemerintah Dorong BSI Akuisisi BTN Syariah Dikritik


Rabu, 01 Juni 2022 / 14:44 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi pada kantor cabang BSI di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (20/4). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/20/04/2022.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Penyaluran KPR FLPP hingga 27 Mei 2022  mencapai 75.659  unit senilai Rp8,4 triliun. Bank BTN mengambil porsi yang terbesar atau mencapai 56,09%. Posisi kedua dikuasai oleh BTN Syariah yang mencapai 11,16%. Sementara BSI hanya berhasil menguasai 2,92%. Bahkan BSI juga masih kalah oleh BJB yang menguasai 4,11%.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit sebelumnya mengatakan, BTN telah berpengalaman hampir 50 tahun menangani KPR sehingga lebih diterima oleh pelaku bisnis dan konsumen perumahan.

Menurutnya, dengan dukungan serius dari pemerintah, Bank BTN bakal mampu menyalurkan KPR untuk MBR minimal 500.000 unit per tahun. 

Pemerintah, lanjutnya, harus mempertahankan BTN Syariah untuk bisa berdiri sendiri sebagai agent development yang membantu menyukseskan program sejuta rumah. "Jangan hanya karena hitung-hitungan bisnis, lalu mengesampingkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih membutuhkan rumah dengan prinsip syariah," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×