Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) melakukan perubahan susunan pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar pada 7 Oktober 2026.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan, yakni perubahan Anggaran Dasar dan perubahan susunan pengurus Bank Raya.
Salah satu keputusan utama RUPSLB adalah penunjukan Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis Bank Raya. Pengangkatan tersebut berlaku efektif setelah Hari Basuki dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: ValueMax Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan 300% hingga Semester I-2026
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris Bank Raya terdiri dari Muhamad Sidik Heruwibowo sebagai Komisaris Utama, Johanes Kuntjoro Adi S., Retno Wahyuni Wijayanti, dan Farid Rahman sebagai Komisaris Independen, serta Tatang Yuliono sebagai Komisaris. Tatang Yuliono masih dalam proses uji kemampuan dan kepatutan oleh OJK.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, perubahan kepengurusan tersebut diharapkan mendukung perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkualitas.
"Bank Raya telah mencatatkan pertumbuhan yang baik pada Semester Pertama Tahun 2026, dan berada pada posisi yang terus membaik untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Ida Bagus dalam siaran pers, Rabu (7/10).
Selain perubahan pengurus, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar perseroan. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menyelaraskan Anggaran Dasar dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bank Raya berharap perubahan tersebut dapat memperkuat tata kelola sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Dari sisi kinerja, Bank Raya mencatatkan laba bersih Rp 12,01 miliar pada Semester I 2026.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh bisnis kredit digital. Hingga Semester I 2026, penyaluran kredit digital Bank Raya mencapai Rp 16,46 triliun, tumbuh 22,6% secara tahunan.
Sementara itu, outstanding kredit digital tercatat Rp3,17 triliun, meningkat 21,2% yoy.
Dari sisi pendanaan, Digital Saving Bank Raya mencapai Rp 2,47 triliun, tumbuh 66,4% yoy. Transaksi pada aplikasi Raya juga meningkat 41,2% menjadi sekitar 3 juta transaksi.
Bank Raya juga terus mengembangkan fitur digital. Pada Semester I 2026, perseroan menghadirkan Raya Active, yang menghubungkan aktivitas fisik nasabah seperti jumlah langkah, jarak tempuh, dan kalori yang terbakar dengan target finansial.
Sementara pada Semester II 2026, Bank Raya meluncurkan Raya Jejak Hijau untuk meningkatkan kepedulian nasabah terhadap lingkungan melalui informasi estimasi emisi karbon (CO2e) yang dihemat dari transaksi digital.
"Seiring dengan pertumbuhan bisnis Bank Raya beberapa tahun terakhir ini, maka perubahan kepengurusan dilakukan untuk memastikan Perseroan memiliki gabungan keahlian terbaik yang mendukung perkembangan perusahaan," ujar Ida Bagus.
Dengan perubahan tersebut, susunan Komisaris dan Direksi Bank Raya menjadi:
Susunan Dewan Komisaris :
- Komisaris Utama : Muhamad Sidik Heruwibowo
- Komisaris Independen : Johanes Kuntjoro Adi S.
- Komisaris Independen : Retno Wahyuni Wijayanti
- Komisaris Independen : Farid Rahman
- Komisaris : Tatang Yuliono*
Susunaan Direksi:
- Direktur Utama: Ida Bagus Ketut Subagia
- Direktur Keuangan: Rustarti Suri Pertiwi
- Direktur Digital & Operasional: Lukman Hakim
- Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia: Danar Widyantoro
- Direktur Bisnis: Hari Basuki**
*) Sedang dalam proses Uji Kemampuan dan Kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan
**) Efektif setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan
Baca Juga: Pembiayaan Budi Gadai Indonesia Tumbuh 23,9% hingga Kuartal III 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














