kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Sampai Februari, penyaluran KUR sudah mencapai Rp 7 triliun

Selasa, 13 Maret 2018 / 15:37 WIB

Sampai Februari, penyaluran KUR sudah mencapai Rp 7 triliun
ILUSTRASI. PENYALURAN KUR PETANI PERHUTANAN SOSIAL



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada awal tahun ini lebih cepat dibandingkan dengan awal tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari data yang disajikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, per akhir Februari 2018 realisasi KUR sudah mencapai Rp 7 triliun. Adapun, total plafon yang sudah diberikan oleh pemerintah kepada perbankan sudah mencapai Rp 116,5 triliun awal tahun ini.


Tidak hanya penyalurannya yang lebih cepat, kredit bermasalah KUR juga sudah cukup rendah awal tahun ini yakni sebesar 0,21% per Februari 2018.

"Dari 34 bank penyalur, termasuk lembaga pembiayaan sampai Februari 2018 (laporan) sudah Rp 7 triliun realisasinya," kata Iskandar.

Ia mencontohkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sudah lebih cepat dalam penyaluran KUR. Dari total plafon sebesar Rp 13,5 triliun tahun ini, setidaknya BNI telah menyalurkan Rp 2 triliun sampai Februari 2018.

Menurutnya, kencangnya penyaluran KUR terjadi lantaran bunga KUR sudah dipatok rendah sebesar 7%. Belum lagi, kini perbankan telah memanfaatkan teknologi dalam penerapannya.

Sebagai informasi saja, hingga akhir 2017, penyaluran KUR belum mencapai target. Tahun 2017, walau terjadi kenaikan 2,4% dari tahun sebelumnya, realisasinya hanya sebesar Rp 96,71 triliun atau 90,1% dari total target Rp 110 triliun.

Kredit tersebut masuk ke lebih dari 4 juta debitur dalam lima sektor besar yaitu perdagangan 58%, petanian, perkebunan dan kehutanan 24%, jasa 11%, industri pengolahan 5,5% dan perikanan 1,5%.

Agar penyaluran KUR semakin cepat pada tahun ini, Kemenko Perekonomian telah merencanakan skema baru. Salah satunya skema pembayaran KUR bagi para petani kelapa sawit. Nantinya, petani kelapa sawit diperbolehkan membayar empat tahun setelah peminjaman atau pada masa panen.

"Tapi untuk skema ini harus ada offtaker-nya dari bank, jadi bisa dipastikan bahwa saat panen ada perusahaan besar yang dapat menjaga harga stabil," ujarnya.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Sofyan Hidayat

KUR

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0295 || diagnostic_api_kanan = 0.4471 || diagnostic_web = 3.9234

Close [X]
×