kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Segmen Multiguna Berkontribusi 71% ke Penyaluran Pembiayaan MUF hingga September 2026


Kamis, 08 Oktober 2026 / 17:02 WIB
Segmen Multiguna Berkontribusi 71% ke Penyaluran Pembiayaan MUF hingga September 2026
ILUSTRASI. Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat penyaluran pembiayaan multiguna telah berkontribusi sebesar 71% terhadap keseluruhan pembiayaan perusahaan (Dok MUF/MUF)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat kinerja positif pada segmen pembiayaan multiguna.

Hingga September 2026, penyaluran pembiayaan multiguna telah berkontribusi sebesar 71% terhadap keseluruhan pembiayaan perusahaan.

Plt. Direktur Utama MUF Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan, permintaan pembiayaan multiguna didorong oleh kebutuhan masyarakat yang beragam.

"Permintaan pembiayaan multiguna didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan maupun dana tunai," ujarnya kepada Kontan, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: IFG Life dan Bank Sulselbar Jalin Kerja Sama Bancassurance

Dari sisi kendaraan, kinerja pembiayaan multiguna didukung oleh makin beragamnya pilihan produk yang ditawarkan oleh berbagai merek otomotif, terutama pada segmen kendaraan listrik.

Di sisi lain, inovasi layanan termasuk digitalisasi membuat proses pembiayaan kian praktis sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses pembiayaan.

Kendati masih mencatatkan kinerja yang positif, pembiayaan multiguna disebut masih dibayang-bayangi oleh tantangan. Salah satunya adalah daya beli masyarakat.

"Daya beli masyarakat tentu memiliki kontribusi terhadap permintaan pembiayaan multiguna," ujarnya.

Meski begitu, Dapot masih melihat potensi dan ruang pertumbuhan multiguna hingga akhir 2026. Salah satunya adalah karena pasar pembiayaan Indonesia memiliki potensi yang besar.

Baca Juga: Jamkrindo Syariah Gandeng Privy Percepat Digitalisasi Penjaminan

Ini tecermin dari tingkat kepemilikan kendaraan di Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Menurut Dapot, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pertumbuhan pembiayaan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan.

Selain itu, optimisme terhadap pembiayaan multiguna yang terus tumbuh hingga akhir 2026 didukung oleh ekosistem Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai captive market yang memiliki basis nasabah luas.

Oleh karena itu, MUF berupaya untuk mengoptimalkan potensi tersebut melalui perluasan jaringan, penguatan organisasi, dan pengembangan layanan dan program pembiayaan yang makin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×