Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan segmen multiguna menjadi kontributor terbesar pembiayaan industri multifinance per Maret 2026. Asal tahu saja, nilai piutang pembiayaan tumbuh 0,61% secara tahunan atau Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 514,09 triliun per Maret 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan nilai pembiayaan multiguna mencapai Rp 258,45 triliun per Maret 2026. Nilainya mengalami peningkatan 1,32% secara YoY.
"Pembiayaan multiguna mendominasi penyaluran pembiayaan multifinance dengan porsi 50,27%," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (7/5).
Baca Juga: BCA Peroleh Predikat World's Best Bank dari Survei Forbes
Pembiayaan investasi menjadi penopang kedua kinerja multifinance. Agusman menerangkan penyaluran pembiayaan investasi mencapai Rp 167,95 triliun per Maret 2026. Adapun nilainya terkontraksi 3,35% secara YoY.
Lebih lanjut, Agusman menyampaikan penyaluran pembiayaan modal kerja industri multifinance mencapai Rp 54,87 triliun per Maret 2026. Nilainya meningkat 6,15% secara YoY.
Sementara itu, angka Non Performing Financing (NPF) gross industri multifinance menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun ini. OJK mencatat, NPF gross per Januari 2026 sebesar 2,72%, kemudian meningkat menjadi 2,78% per Februari 2026, lalu naik menjadi 2,83% per Maret 2026. Meski demikian, angka NPF gross multifinance masih dalam kondisi yang terjaga di bawah batas 5%.
Agusman mengatakan tren kenaikan rasio NPF gross pada awal tahun tersebut merupakan bagian dari dinamika kualitas pembiayaan.
"Salah satunya dipengaruhi kemampuan bayar debitur," ucapnya.
Oleh karena itu, Agusman menyampaikan perusahaan multifinance perlu memperkuat manajemen risiko, meningkatkan kualitas analisis kredit, serta menggunakan pendekatan yang lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan guna menjaga kualitas portofolio secara berkelanjutan.
Baca Juga: Ciputra Life: SRBI sebagai Instrumen Investasi yang Menarik di Tengah Dinamika Global
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












