kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

September, tabungan OCBC NISP capai Rp 13,5 triliun


Senin, 25 Oktober 2010 / 16:39 WIB
September, tabungan OCBC NISP capai Rp 13,5 triliun
ILUSTRASI. SPT TAHUNAN PAJAK


Reporter: Fransiska Firlana | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Senyum manajemen PT Bank OCBC NISP kian lebar saja. Hingga September 2010, total dana pihak ketiga (DPK) Bank OCBC NISP yang berhasil dihimpun melalui produk tabungan mereka sudah mencapai Rp 13,5 triliun. Angka ini naik 30% jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu.

Rudy mengaku, pencapaian tersebut telah melebihi target awal mereka. Sayang, ia enggan membeberkan, berapa besar target awal OCBC NISP. Hanya saja, dari total simpanan tersebut, sekitar Rp 600 miliar sampai Rp 700 miliar disumbangkan oleh tabungan valas. "Rinciannya dolar Singapura sebesar Rp 200 miliar, sisanya dolar Amerika Serikat," tandas Rudy.

Melihat pencapaian tersebut, Rudy pun optimistis, pihaknya bisa mencapai target simpanan tabungan yang sebesar Rp 13,7 triliun hingga akhir tahun nanti.

Terkait dengan rencana merger Bank OCBC NISP dengan Bank OCBC Indonesia, Rudy mengungkapkan, proses itu direncanakan akan selesai akhir tahun ini. "Administrasi sudah selesai, tunggu waktu yang tepat. Pokoknya prosesnya masih berjalan terus," tandasnya.

Bila sekarang posisi OCBC NISP masuk peringkat 10 bank nasional, dengan langkah merger ini diperkirakan posisi OCBC NISP naik satu peringkat dalam sisi aset.

Setelah proses penggabungan usaha tersebut selesai, rencananya kedua bank akan menggunakan nama dan logo PT Bank OCBC NISP Tbk. Dengan demikian PT Bank OCBC Indonesia dibubarkan tanpa melalui likuidasi terlebih dahulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×