kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.807   -33,00   -0,20%
  • IDX 8.348   67,63   0,82%
  • KOMPAS100 1.174   10,61   0,91%
  • LQ45 846   8,76   1,05%
  • ISSI 297   2,87   0,97%
  • IDX30 447   5,12   1,16%
  • IDXHIDIV20 535   5,50   1,04%
  • IDX80 131   1,12   0,87%
  • IDXV30 145   2,47   1,73%
  • IDXQ30 144   1,45   1,02%

Special Rate Ditekan, BTN Targetkan Cost of Fund Turun di Bawah 3%


Rabu, 25 Februari 2026 / 13:00 WIB
Special Rate Ditekan, BTN Targetkan Cost of Fund Turun di Bawah 3%
ILUSTRASI. Logo Baru BTN (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus menekan porsi dana mahal atau special rate di tengah dorongan regulator untuk menjaga biaya dana (cost of fund/COF).

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan, penurunan special rate menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam menurunkan COF bank.

Special rate itu mungkin komponen yang paling signifikan untuk kami turunkan. Buktinya cost of fund kami di awal tahun ini sudah 3,1%, dibandingkan saat saya masuk tahun lalu masih di level 4,2%,” ujar Rully saat ditemui dalam agenda Economic Outlook 2026, Senin (23/2/2026).

BTN menargetkan COF bisa ditekan hingga di bawah 3% sepanjang 2026.

Baca Juga: Paylater hingga Kartu Kredit Visa, Produk Baru BTN yang Siap Meluncur Tahun Ini

Rully menjelaskan, dana special rate tersebar di segmen nasabah perorangan maupun lembaga. Namun kini bank membatasi pemberian suku bunga khusus tersebut.

“Kalau ada nasabah yang meminta rate lebih tinggi, biasanya kami tawarkan produk investasi dengan potensi imbal hasil yang lebih baik dibanding special rate yang bisa ditawarkan bank,” jelasnya.

Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat hingga Desember 2025 lalu ada Rp 10.088 triliun simpanan dengan suku bunga di atas tingkat bunga penjaminan (TBP). Dari jumlah itu, 50% di antaranya milik korporasi swasta, 23% milik pemerintah dan BUMN, 23% milik individu, dan 4% milik lainnya. 

Pada segmen korporasi swasta, Rully bilang pemberian special rate umumnya melalui mekanisme bidding yang diikuti sejumlah bank, termasuk Himbara lainnya. Dengan kondisi suku bunga acuan BI yang relatif stabil, ia menilai ruang kenaikan special rate semestinya terbatas.

Secara komposisi, porsi dana pihak ketiga (DPK) dengan special rate atau high cost fund di BTN sendiri tercatat turun signifikan.

“Kita untuk DPK yang high cost atau special rate itu turun 20% dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Rully.

Sebaliknya, dana murah atau low cost fund relatif meningkat, seiring strategi switching dari dana mahal ke dana murah.

Low cost-nya naik hampir sama besarnya. Jadi kita sudah switching antara yang mahal dengan yang murah,” tambahnya.

Ke depan, BTN akan terus menurunkan DPK high cost dan memperkuat fondasi dana murah berbasis transaksi untuk menopang struktur pendanaan yang lebih sehat. “Kita CASA first,” pungkas Rully. 

Baca Juga: Ketua Baru AAJI Albertus Wiroyo Siap Perkuat Tata Kelola

Selanjutnya: Harga Emas Antam: Cuan Rp 221.000 Menanti, Kapan Waktu Terbaik Jual?

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 16-28 Februari 2026, Bumbu-Kornet Diskon hingga 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×