kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.829   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Pelemahan Rupiah Berpotensi Memicu Lonjakan Klaim Asuransi Kesehatan, Ini Sebabnya


Senin, 01 Juni 2026 / 13:44 WIB
Pelemahan Rupiah Berpotensi Memicu Lonjakan Klaim Asuransi Kesehatan, Ini Sebabnya
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah akan mendorong kenaikan biaya layanan kesehatan yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya beban klaim perusahaan asuransi. (Dok/Prudential Syariah)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menambah tekanan bagi industri asuransi kesehatan.

Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo memandang kondisi ini akan mendorong kenaikan biaya layanan kesehatan yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya beban klaim perusahaan asuransi.

"Kondisi ini terjadi karena sektor kesehatan domestik masih sangat bergantung pada komponen impor,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan, sekitar 90% bahan baku obat yang digunakan industri farmasi nasional masih berasal dari impor. Oleh karena itu, saat rupiah melemah, biaya produksi obat turut meningkat sehingga mendorong kenaikan harga obat dan suplemen yang beredar di pasar.

Baca Juga: BI Rate Naik, MSIG Indonesia Atur Ulang Portofolio: SBN Terbesar, Deposito Meroket

Selain itu, sebagian besar alat kesehatan modern dan suku cadangnya juga masih didatangkan dari luar negeri. Kondisi tersebut membuat biaya pengadaan, perawatan, hingga penggunaan peralatan medis di rumah sakit menjadi lebih mahal.

Karenanya, kenaikan biaya operasional rumah sakit pada akhirnya akan diteruskan kepada pasien melalui penyesuaian tarif layanan kesehatan. Dampak berantai inilah yang kemudian memicu inflasi medis dan meningkatkan nilai tagihan klaim yang harus dibayarkan perusahaan asuransi.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan juga bilang, pelemahan rupiah turut mempengaruhi kinerja asuransi kesehatan, terutama terhadap potensi beban klaim meskipun pengaruhnya tidak selalu berdampak langsung.

Tekanan utama bisa muncul dari komponen biaya layanan kesehatan yang memiliki unsur impor, seperti obat-obatan, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, hingga teknologi penunjang diagnosis dan perawatan.

Baca Juga: Gejolak Pasar Tekan Hasil Investasi Asuransi Syariah, Sukuk Jadi Andalan

"Apabila layanan kesehatan meningkat, maka nilai klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi juga berpotensi ikut terdorong naik," jelasnya belum lama ini kepada Kontan.

Untuk itu, Budi menegaskan bahwa perusahaan asuransi perlu menyikapi pelemahan rupiah ini terhadap strategi bisnis mereka. Mulai dari penguatan manajemen klaim, pengendalian biaya medis, hingga penyesuaian desain produk agar bisnis asuransi kesehatan bisa tetap tumbuh berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×